Laporkan Masalah

Melacak dinamika institusi informal pada realitas Sedekah Bumi :: Sebuah studi tentang dinamika institusi informal pada realitas Sedekah Bumi di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur

MAHARANI, Dyah Miranti, Dr. I Ketut Putra Erawan, M.A

2008 | Tesis | S2 Ilmu Politik

Studi ini difokuskan untuk melihat peranan dan dinamika institusi-institusi informal di aras lokal, khususnya di tingkat pedesaan. Studi ini merupakan studi lapangan dan merupakan studi kasus yang bersifat kualitatif. Dalam proses pengumpulan data, studi ini menggunakan model penelitian etnografi, dengan menggunakan pendekatan historical institutionalism, merupakan sebuah eksplanasi yang difokuskan pada even-even khusus, memuat aspek sejarah secara khusus, mencari interdepedensi di antara variable-variabel yang berkait dan lalu menempatkannya ke dalam sebuah konteks, sehingga memungkinkan terjadinya sebuah evolusi atas pendekatan tentang institusi. Dikarenakan latennya institusi-institusi informal, sehingga ia seringkali sulit dilacak, maka “gerbang” untuk pelacakan atas institusi-institusi informal disini dimulai dengan melihat realita sedekah bumi, sebagai salah satu ritual bahkan identitas masyarakat bersangkutan. Dengan melihat realita sedekah bumi dan segala dinamika yang ada di baliknya akan terlacak peranan dan dinamika institusi informal yang mempengaruhinya yang sekaligus juga mempengaruhi secara dominan dinamika masyarakat setempat. Dari realita sedekah bumi ini, kemudian ditemukan bahwa dari kedua dusun, ada dua bentuk institusi informal yang secara dominan mempengaruhi dinamika masyarakat setempat, yaitu patronase dan hubungan kekerabatan. Studi ini semakin mengukuhkan karakteristik masyarakat lokal, khususnya masyarakat pedesaan yang sangat identik dengan patrimonialisme dan hubungan kekerabatannya. Ketika kita menemui masyarakat pedesaan yang cenderung homogen ataupun partikularistik, maka patronaselah yang menguat. Namun, apabila kita menemukan masyarakat pedesaan yang lebih heterogen dan plural, maka patronase akan melemah dan hubungan kekerabatanlah yang akan menguat. Dalam studi ini, kedua bentuk institusi informal ini, mulai dari terbentuknya, para aktor yang terlibat dan juga segala dinamika dan peranan yang mereka mainkan, terutama sangat dipengaruhi oleh faktor sejarah. Studi ini meberikan kontribusi bahwa kita tidak bisa lagi meremehkan keberadaan institusi-institusi informal di tengah-tengah masyarakat. Negara bahkan membutuhkan mereka sebagai salah satu strategi penting, agar negara pada akhirnya bisa masuk di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, negara bahkan harus sedikit “waspada” dengan keberadaan institusi-institusi informal ini. Mereka bisa saja mendukung atau bahkan mengganggu eksistensi negara. Hal ini semakin menunjukkan pentingnya eksistensi institusi-institusi informal bagi dunia politik lokal.

This study focused on role and dynamic of informal institutions at the local area, especially at village area. Methods of study used were field study and case study. The data was collected by using ethnographic approach. The background area is in one village of East Java. Historical institutionalism approach is single purpose, as an effort to describe that focused on special event, involved particular history aspect, looking for interdependence between some variables were connected and then put them in a context, that can possible emerged an evolution of institution. What since the quiet characteristics of informal institutions, it’s often very difficult to trace, so, it would began by seeing one of ritual or even the characteristic of local society, which is called “sedekah bumi”. By seeing this reality and all of dynamics behind it, at last we could traced the influences and the dynamics of informal institutions that affected on it and dominantly effected on local society’s dynamics all at once. By this reality, we found that there are two dominant kinds of informal institutions in this case, patron-client relationship and kinship. This study solidified the characteristics of Indonesian’s local society, especially at village area, that is very identical with patron-client and kinship. When we saw the village’s society with its homogeneous and particularistic, patron-client relationship existed. When we saw the village’s society that was more heterogeneous and plural, kinship existed. In this study, both of them, started from the emerged, the actors who involved and all of its influences and its dynamics that informal institutions played, showed that historical factor had played the most important role. This study suggests that we shouldn’t under-estimate informal institution’s existence among the society any longer. The state need their existence, as one of important strategies, that can help the state unite with their people. Besides, the state must watch out their existence. They might support or even destruct state’s existence. This thing once again shows us the importance of informal institution’s existence for local politic world.

Kata Kunci : Institusi informal,Patronase,Hubungan kekerabatan, informal institutions, patron-client relationship, kinship


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.