Dinamika politik lokal :: Fenomena kemunculan calon perseorangan dalam pemilihan langsung bupati dan wakil bupati Aceh Barat
SAMSUL, Alam H. Teuku, AAGN Ari Dwipayana, M.Si
2008 | Tesis | S2 Ilmu PolitikLegitimasi keikutsertaan calon perseorangan secara langsung yang telah membawa perubahan mekanisme rekruitmen kepemimpinan daerah, disambut penuh suka cita oleh masyarakat Aceh Barat. Sikap tersebut salah satunya tercermin dari banyaknya jumlah kandidat yang mencalonkan diri. Dari 10 pasangan kandidat yang ikut berkontestasi, 5 pasangan diantaraâ€nya mendaftar melalui jalur perseorangan. Melalui penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik observasi, interview dan studi kepustakaan, penulis kemudian mencoba mengungkap bagaimana kemunculan calon perseorangan di Aceh Barat, mengapa para kandidat memilih mendaftar melalui jalur perseorangan dan faktor apa saja yang menyebabkan kemenangan pasangan perseorangan Ramli MS – Fuadri. Ada beberapa alasan kandidat memilih mendaftar melalui jalur perseorangan yaitu : Pertama, karena adanya peluang dengan persyaratan yang lebih mudah. Sementara mendaftar melalui partai politik disamping terikat dengan berbagai ketentuan partai dan deal politik lainnya, juga harus menyetor sejumlah dana. Kedua, karena para kandidat merasa siap untuk mencalonkan diri, yang dibuktikan dengan adanya dukungan dari konstituen dan kemampuan dana. Ketiga, karena tidak berminat mencalonâ€kan diri melalui partai politik, disebabkan adanya sejumlah permasalahan dalam tubuh partai. Dan keempat, karena tidak terakomodir melalui partai politik. Hasil perhitungan suara putaran I, terjadi persaingan ketat antara dua pasangan calon perseorangan. Pada pemilihan putaran ke II pasangan Ramli MS – Fuadri akhirnya berhasil meraih suara terbanyak dan terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat periode 2007â€2012. Kemenangan Ramli MS – Fuadri disebabkan oleh faktor : terjadinya krisis kepercayaan terhadap partai politik yang menyebabkan beralihnya suara konstituen, nilai/ketokohan kandidat, karena penggunaan pakaian adat, situasi dan kondisi saat pelaksanaan pemilihan, dan faktor daerah asal kandidat.
The legitimating or participation individual candidate directly has brought exchange for recruitment mechanism in local leadership was achieved openly by Aceh Barat society. This attitude was reflected from many candidates who have participated. From 10 couples of candidate, 5 couples from these were participated via individual line. By descriptive qualitative using observation technique, interview and literature study, author tries to depict how individual candidate raise in Aceh Barat, why these candidates choose the line of individual and what factor causes the victory of individual candidate Ramli MS – Fuadri. There were some many of reason for candidates to choose individual line : first, because there was opportunity with easier consideration. Meanâ€while, registered via political party beside tightened with many party consideration and the deal, the candidate must have paid fee. Second, because candidate was ready to make of participation, it was proved by backup from constituent and fund. Third, because the individual candidate was not interested joining via political party, considering so many problems has it. And fourth, because not incommoding by political party. The result of vote phase 1, there was tight competed between two couple of individual candidates. In result of vote phase 2 the couple of Ramli MS – Fuadri finally succeed for majority of voices and elected as Chief of district and Vice of Aceh Barat for 2007â€2012 period. The victory of Ramli MS – Fuadri couple was causes by factors : the crisis of trust to political party that makes voice shifted to constituent, candidate value of figure, the use of traditional clothes, situation and condition when election, and locality factor of candidate.
Kata Kunci : Dinamika,Perseorangan,Demokratisasi, dynamics, individual candidate and democratization