Strategi memenangkan pilkada di Tanah Dayak :: Studi kasus kemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati incumbent pada pilkada di wilayah pemilihan masyarakat Adat Dayak Bukit Labuhan Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2005
RAMADLAN, Muhammad, Drs. Haryanto, MA
2008 | Tesis | S2 Ilmu PolitikPenelitian ini berusaha mengetahui bagaimanakah strategi yang digunakan pasangan Calon Bupati Incumbent Drs. H. Saiful Rasyid, MM dan Drs. H. Iriansyah, MM yang unggul suara mutlak atas para kompetitornya dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Secara Langsung (Pilkadal) di wilayah pemilihan Masyarakat Adat Dayak Bukit Labuhan, Desa Labuhan, Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah tahun 2005. Hasil penelitian menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif ini menunjukkan bahwa keberhasilan pasangan calon bupati incumbent karena kemampuannya mengelola dua logic demokrasi berbeda yaitu demokrasi liberal Pilkadal dengan demokrasi komunitarian adat melalui penerapkan dua strategi pokok pertama, strategi membangun dukungan jaringan elite adat, dengan strategi turunan pada ranah demokrasi komunitarian adat yaitu melalui baangkatan dangsanak dengan elite adat, peranan elite adat dalam memenangkan pilihan komunal, peranan elite adat dalam penggunaan kekuatan supranatural (ritual aruh balian pamimpin); pada ranah demokrasi liberal Pilkadal melalui rekrutmen elite adat sebagai tim sukses. Kedua, politik image, dengan strategi turunan pada ranah demokrasi komunitarian adat yaitu melalui pengakuan sebagai keturunan orang Dayak Bukit: mengambil hati Orang Dayak Bukit yang terlekati image buruk, tulak aruh adat (pesta ritual adat): nguwongke wong orang Dayak Bukit; pada ranah demokrasi liberal Pilkadal yaitu, image pro orang Dayak Bukit dengan melalui janji politik memperbaiki jalan desa, komitmen memperhatikan karier PNS Orang Dayak Bukit, Image figur benevolence dengan membagi pangalih sembako, basadakah anak yatim dan fakir miskin serta image sukses membangun daerah. Kedua pokok strategi di atas saling berkoherensi satu dengan lain dalam memenangkan pilihan komunal di ranah demokrasi komunitarian adat. Pada ranah demokrasi liberal Pilkadal yang mana setiap individu diandaikan memiliki kebebasan memilih, maka penerapan politik image selaras dengan kognisi sosial, imajinasi dan harapan politik warga adat sekaligus memperkuat persepsi individu warga adat untuk mengekspresikan kebebasan memilihnya, sehingga menganggap bahwa pilihan komunal adat tersebut memang tepat bagi mereka selain harus ditaati. Di samping itu pula praktek money politics pembagian uang doa hajat Pilkadal tidak signifikan mempengaruhi apalagi menentukan kemenangan oleh calon bupati incumbent. Kemenangan tersebut juga tidak terlepas dari konsep pemasaran, yaitu segmentasi berdasarkan agama dengan memfokuskan kelompok mayoritas Hindu Kaharingan yang bertradisi demokrasi komunitarian. Beranjak dari segmentasi tersebut, dibarengi targeting suara secara meyakinkan (60 %), selanjutnya targeting dengan didukung oleh positioning yang menyentuh benak atau imajinasi politik masyarakat adat. Studi ini juga menunjukkan adanya kecenderungan Masyarakat Adat Dayak Bukit Labuhan terutama dari kelompok Hindu Kaharingan yang masih kuat memegang tradisi adat, menjadikan Pilkadal yang merupakan arena untuk mengekspresikan pilihan secara bebas sebagai media untuk menyalurkan ekspresi demokrasi komunitrian adat yang berprinsip pilihan komunal.
This study attempts to find out how the strategy implementation of the Incumbent Regent Candidate Drs. H. Saiful Rasyid, MM dan Drs. H. Iriansyah, MM that be winner absolutely on his competitor at Direct Local Election (Pilkadal) in Dayak Bukit Labuhan Custom Community Batang Alai Selatan District Hulu Sungai Tengah Regent 2005. The result of this research that used explorative-descriptive indicates that success of the incumbent regent candidate caused by their capacity to crafted both of logic liberal democracy and communal democracy on two of main strategy, first, develop the support of the net work of custom elite, by means three of branch strategy in domain of communal democracy such through baangkatan dangsanak with custom elite, role of custom elite to win communal choice, role of custom elite to use supernatural power (ritual of Aruh balian pamimpin); in domain of Pilkadal liberal democracy through recruitment of custom elite as success team. Second, image politics by means four of branch strategies in domain of adat communal democracy such through recognizing as genealogies of Dayak Bukit to take heart of Dayak Bukit People those stickled bad image, tulak aruh of custom (party of custom ritual) to express image nguwongke wong Dayak Bukit People; in domain of liberal democracy such supporting Dayak Bukit People with politics appointment to assist the develop of balai adat, politics appointment to repair the damaged road of village and commit to care carrier of Dayak Bukit Community, benevolence image figure by means bring pangalih sembako, basadakah to the orphan and the poor people; success to develop the region. Both of two strategies above are coherent each other to win communal choice in domain of Pilkadal liberal democracy. Meanwhile in domain of Pilkadal liberal democracy that every individual has free to choice, so image politics that did harmony with social cognitive, imagination and hope of people politic is transformation as reinforcement on individual perception of custom people to express his choice free, with the result that assume that communal choice is appropriate for them be sides must be loyal. Meanwhile money politics practice such uang doa hajat Pilkadal is not significant to effect, even to sure the win of the incumbent regent candidate. that’s the win is not detached from marketing concept that implemented , that is segmentation with religion basic by means focus to the majority of Hindu Kaharingan people has tradition of communal democracy. Get up from segmentation that was together with choice targeting convincible (60 %), furthermore that’s targeting with support by positioning that touched main and custom people’s politics imagination. This Study also indicates that there is a trend in Dayak Bukit Labuhan society to hold adat tradition strongly to accomplish Pilkadal that form a arena to express the choice freely as medium to express custom communal democracy that has principle on communal choice.
Kata Kunci : Strategi,Demokrasi liberal pilkada,Demokrasi komunitarian adat, Strategy, Pilkadal Liberal Democracy, Custom Communal Democracy