Cerita rakyat Lombok :: Dongeng Cupak Gerantang, Sandubaya dan Lala Seruni, dan Cilinaya
KHAERIATI, Prof. Dr. Imran T. Abdullah
2008 | Tesis | S2 SastraTujuan penelitian ini adalah menerapkan dan mengaplikasikan teori struktur naratif Vladimir Propp dan sosiologi sastra sehingga diketahui jumlah fungsi yag terkandung dalam teks dongeng Cupak Gerantang, Sandubaya dan Lala Seruni, dan Cilinaya; diketahui fungsi sosial dan nilai- nilai sosial yang terkandung dalam teks dongeng Cupak Gerantang, Sandubaya dan Lala Seruni, dan Cilinaya. Metode penelitian berkaitan dengan teori yang digunakan adalah metode kualitatif, metode struktural, dan metode sosiologi sastra. Pengumpulan data dengan metode wawancara dan dokumentasi. Metode struktur naratif Vladimir Propp, terdiri atas: pertama, urutan fungsi; kedua, mengelompokkan fungsi ke dalam lingkungan tindakan. Metode sosiologi sastra digunakan untuk menentukan fungsi sosial dalam ketiga dongeng dan untuk menentukan nilai- nilai sosial yang ada dalam ketiga dongeng. Hasil pene litian ini sebagai berikut. Ketiga dongeng memiliki jumlah fungsi yang tidak sama atau berurutan dan sistematis. Dongeng Cupak Gerantang memiliki jumlah fungsi sebanyak 18, Sandubaya dan Lala Seruni memiliki jumlah fungsi sebanyak 9, dan Cilinaya memiliki jumlah fungsi sebanyak 14. Lingkungan tindakan ketiga dongeng ini tidak sama, yakni dalam dongeng Cupak Gerantang terdiri atas 6 lingkungan tindakan, Sandubaya dan Lala Seruni terdiri atas 4 lingkungan tindakan, dan Cilinaya terdiri atas 3 lingkungan tindakan. Fungsi sosial ketiga dongeng terdiri atas: fungsi hiburan, fungsi pendidikan, fungsi perlawanan, fungsi kehendak yang terpendam, dan fungsi religius, dan fungsi solidaritas. Nilai sosial ketiga dongeng terdiri atas, nilai yang mengandung tata krama dan sopan santun, nilai yang mengandung kritik terhadap raja, nilai berkorban, nilai yang mengandung kebersamaan dan gotong royong, sikap pemberani, ksatria, dan sportif.
This research aims to applicated the Vladimir Propp’s narative structures theory and the social philology, in order to find the sum of functions in the Cupak Gerantang, Sandubaya and Lala Seruni, and Cilinaya’s tales text; to find out the social function in those three of tales obove. The research methods related to theory used was qualitative methods, structural, social philology. Collecting data by interview and documentation. Vladimir Propps narative structural methods consist of: function order, function groupig into action circle. Social philology methods used to ascertain the social function in those three tales to get the socual value in them. The results of the study as follows; The three stories have different functions, orderly and systematically. The story of Cupak Gerantang has 18 function, Sandubaya and Lala Seruni has 9 functions, and Cilinaya has 14 functions. The action environment of the three stories are also different, in the story of Cupak Gerantang there is 6 action environments, Sandubaya and lala Seruni consist of 4 action environments and Cilinaya consist of 3 action environments. Social functions of the three stories comprise: entertain function, educational function, adversary function, hidden intentional function, religious function and solidarity function. Social values of the three stories consist of etiquette and politeness values, critiques for the kings values, sacrification values togetherness values and working together, bravery attitudes, noble quality and sportive values.
Kata Kunci : Cerita rakyat Lombok,Struktur naratif,Fungsi sosial,Nilai sosial,folktales story of Lombok - narrative structure - social function social value