Laporkan Masalah

Tuan Guru Sapat dalam proses pendidikan Islam di Indragiri Hilir Riau pada abad XX

MUTHALIB, A, Prof. Dr. Djoko Suryo

2008 | Tesis | S2 Sejarah

Sistem Pendidikan Islam di Indragiri Hilir Riau pada awal abad ke-20 berkembang dengan pesat jika dibandingkan dengan sistem pendidikan sebelumnya. Hal ini seiring dengan kehadiran Tuan Guru di wilayah itu yang mendirikan lembaga pendidikan Islam. Tulisan ini akan mengungkapkan bagaimana metode yang digunakan Tuan Guru tersebut dalam menerapkan sistem pendidikan yang dikembangkannya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kerangka pemikiran dan pendekatan teori sejarah pendidikan, metode sejarah kearsipan, dan juga wawancara semua pihak yang terkait. Mereka itu adalah putra-putri Tuan Guru, murid-muridnya, orang-orang yang mengetahui banyak tentang dirinya serta menganalisa jejak sejarah yang ditinggalkan, yaitu sejumlah karya tulis, masjid, dan kuburannya. Selain sumber-sumber tersebut, digunakan juga sumber berupa surat kabar, majalah, internet, dan beberapa karya ilmiah yang berhubungan dengan Tuan Guru Sapat. Dalam penelitian ini telah ditemukan beberapa hal penting, seperti tentang tahun kelahiran serta bulan wafatnya Tuan Guru. Berdasarkan tahun dan bulan masehi, yang mana selama ini oleh sebagian besar peneliti terdapat kekeliruan dalam menentukan kelahiran dan wafatnya. Para peneliti itu berpendapat, bahwa 1284 H adalah bersamaan 1857 M. Padahal, 1284 H itu adalah bertepatan 1867 M, bukan 1857 M. Temuan lain, yaitu diadakannya pengajian minggunan (babacaan) yang dipimpin langsung oleh Tuan Guru. Diduga aktivitas tersebut berlangsung antara tahun 1915-1930-an. Pengajian ini diikuti lebih dari 500 orang jamaah dari berbagai polosok Indragiri Hilir, yakni Sapat, Perigiraja, Tanjung Lajau, Sungai Perak, Tanjung Irian, Tanjung Pasir, Tanjung Baru, Takulai Hilir, Sungai Piring, Tembilahan, Panyimahan, Pulau Palas, Sungai Salak, Teluk Jira dan lain-lain. Karena banyaknya jamaah pengajian itu, Kampung Hidayat bagaikan “lautan manusia”. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan rujukan bagi peneliti lain yang berminat untuk mengkaji lebih mendalam tentang pendidikan Islam Indragiri Hilir pada awal abad ke 20. Selain itu, semoga penelitian ini juga dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi ahli waris, serta bermanfaat bagi masyarakat Indragiri Hilir khususnya dan masyarakat Banjar umumnya. Kata kunci: Tuan Guru, Pendidikan Islam.

The System of Islamic Education in Indragiri Hilir Riau in the early 20th century expanded rapidly than the previous educational system. It was along with the presence of Tuan Guru in that region who founded institute for Islamic education. This thesis will depict the method used by Tuan Guru in applying educational system which he developed. This research is conducted by using framework of opinion and approach of theory of educational history, method of archival history, and interview to all related persons; they are Tuan Guru’s children, his students, the people who know him a lot as well as analyzing the left historical legacies, they are a number of writing works, masjid, and his grave. Besides that, other sources are used such as newspaper, magazine, internet, and some scientific works related to Tuan Guru Sapat. They are some important things that have been found in this research, such as Tuan Guru’s year and month of birth and death. Based on the year of A.D. (Anno Domini), most researchers are mistaken in determining his birth and death. They have a notion that 1284 in Islamic Calendar is equal to 1857 A.D. whereas in fact, the year 1284 is equal to 1867 A.D. not 1857. Other finding that is performing a weekly teaching (babacaan) directly led by Tuan Guru. It is assumed that this activity was continuous since 1915-1930s. This teaching followed by more than 500 people from various corners of Indragiri Hilir, namely Sapat, Perigiraja, Tanjung Lajau, Sungai Perak, Tanjung Irian, Tanjung Pasir, Tanjung Baru, Takulai Hilir, Sungai Piring, Tembilahan, Panyimahan, Pulau Palas, Sungai Salak, Teluk Jira and others. Because of many people of that jamaah, Kampung Hidayat is crowded by human. The result of this research is expected to become reference for enthusiastic other researcher to study more deeply about Islamic education in Indragiri in the beginning of the early 20th century. Besides that, hopefully this research also can give the important contribution to the heirs, and also useful specially for Indragiri Hilir citizen and Banjar society in general.

Kata Kunci : Tuan Guru,Pendidikan,Islam, Islamic Education


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.