Laporkan Masalah

Kekuasaan Bhejing Madura :: Studi reproduksi kekuasaan jagoan dan pelaku kriminal di Madura Timur

RADITYA, Ardhie, Prof. Dr. Heru Nugroho

2008 | Tesis | S2 Sosiologi

Kebanyakan masyarakat menganggap bahwa figur jagoan di Madura dikenal dengan istilah Blater. Padahal, Blater hanyalah figur jagoan yang merepresentasikan wilayah Madura bagian Barat (Madhure Bere’) yakni meliputi kabupaten Bangkalan dan Sampang saja. Sementara, figur jagoan di Madura Timur (Madhure Témor) yang meliputi kabupaten Pamekasan dan Sumenep justru dikenal dengan sebutan Bhejing. Jelas, kedua perbedaan istilah ini memiliki sejarah yang panjang. Tetapi, terlepas dari perbedaan istilah ini, yang patut dikaji saat kini adalah kekuasaan bhejing sebagai jagoan Madura Timur yang identik dengan kekerasan dan kriminalitas. Karena, para bhejing itu seringkali menjadi target sasaran kekuasaan dari pihak lain. Sehingga, mereka perlu melakukan suatu strategi demi mereproduksi kekuasaannya ditengah situasi keterancaman kekuataan negara dan kekuasaan jagoan lainnya. Apa saja strategi kekuasaan para bhejing untuk mereproduksi kekuasaannya ? Inilah yang akan dikaji dalam penelitian ini. Penelitian ini akan dipadukan dua metode penelitian. Yakni, geneologi (atau historiografi kritis) dan postetnografi. Postetnografi memungkinkan untuk mencari kedalaman data tanpa melakukan partisipasi. Sementara, geneologi atau historiografi memungkinkan interpretasi data melalui perspektif kekuasaan. Historiografi kritis itu pula memberikan ruang penyingkapan kekuasaan berbasis kultural yang terfokus pada kuasa tubuh. Karena penelitian ini mengkaji khasanah kekuasaan, maka teori Sosiologi yang digunakan pun berdimensi kekuasaan, seperti teorinya Bourdieu dan Foucault. Berdasarkan temuan data di lapangan, strategi kekuasaan para bhejing untuk mereproduksi kekuasannya terkait erat dengan berbagai aspek. Yakni, aspek hukum, sosio-ekonomis dan kultural-politik. Pada aspek hukum, para bhejing memiliki suatu daya kelincahan untuk keluar dari jeratan hukum formal. Pada aspek sosio-ekonomis, strategi kekuasaan para bhejing beruhubungan dengan selektifitas target kriminalitas mereka, sekaligus mempertahankan ikatan sosial diantara teman bhejing lainnya. Di ranah kultur-politik, strategi kekuasaan bhejing terfokus pada pemberdayaan ataupun penundukan tubuh (baik tubuh personal ataupun tubuh yang bersifat sosial).

unavailable in fulltext

Kata Kunci : Reproduksi strategi,Kekuasaan dan Bhejing


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.