Laporkan Masalah

Respon stakeholders pendidikan terhadap implementasi kebijakan peningkat kualitas guru di Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau

RIANTO, Dr. Partini

2008 | Tesis | S2 Sosiologi

Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat respon stakeholders pendidikan terhadap implementasi kebijakan peningkatan kualitas guru, dan faktor-faktor penunjang dan penghambat upaya peningkatan kualitas guru tersebut. Penelitian ini dilakukan di Kota Tanjungpinang, Propinsi Kepulauan Riau. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Unit analisis ditingkat stakeholders pendidikan yaitu guru, Kepala Sekolah, Dewan Pendidikan, Komite Sekolah, dan Dinas Pendidikan. Pemilihan informan dilakukan secara sengaja (purposive). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan indept interview, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya, analisa data dengan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan respon positif dari pihak Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dengan memperjuangkan berbagai hal yang berkaitan dengan upaya memperlancar terlaksananya program peningkatan kualitas guru dimaksud. Hal ini didukung oleh Dewan Pendidikan yang bersama-sama dengan Pemerintah Kota memperjuangkan masuknya anggaran peningkatan kualitas guru dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Sementara Komite Sekolah merespon lebih dalam bentuk dukungan moral. Selanjutnya Kepala Sekolah merespon dengan memberikan dorongandorongan kepada guru-guru di sekolahnya masing-masing agar berupaya untuk meningkatkan kualitas. Sedangkan guru sebagai pihak yang terkena langsung dari kebijakan tersebut merespon secara berbeda antara guru laki-laki dan perempuan. Bagi yang suami-isteri guru bila mendapatkan kesempatan dalam waktu yang sama, maka tanggapan guru perempuan cenderung negatif karena isteri akan mengalah dalam artian mendahulukan suami. Upaya peningkatan kualitas guru didukung oleh beberapa faktor yang menunjang antara lain peraturan perundang-undangan yang berlaku, kewenangan daerah untuk menentukan kebijakan sendiri, dan persepsi pemerintah daerah. Namun begitu, masih terdapat faktor-faktor penghambat baik secara internal maupun eksternal. Hambatan internal adalah masih adanya guru yang mempertanyakan manfaat langsung dari kebijakan peningkatan kualitas guru, sedangkan hambatan eksternal adalah dukungan dana dari pemerintah daerah yang dirasakan masih belum memiliki kepastian hukum yang kuat.

This research had objective to study response of education stakeholders on implementation of teacher quality improvement policy and favourable and unfavourable factors on teacher quality improvement efforts. This research was done in Tanjungpinang municipality, Riau Islands Province. It was descriptive research using qualitative method. Analytical unit in education stakeholder level consisted of teacher, headmasters, Education Council, School Committee, and Education Office. Informants were selected purposively. Data collection was done with in-depth interview, observation, and documentation. Data was analyzed with data reduction, data presentation, and conclusion/verification. Result of research indicated positive response from of the Office of Education, Youth, and Sports by pursuing some related matters to facilitate implementation of teacher quality improvement program. It was also supported by Education Council that in cooperation with municipal government endeavoured to bring budget for teacher quality improvement in Local Budget. In addition, response of school committee was in moral support. Moreover, headmasters responded by providing support for teachers in their school to improve quality. Teacher, as party that is affected directly by the policy, responded differently between male and female teachers. For teacher whose spouse is also teacher, when both get opportunity to study in higher level female teacher tended to respond negatively because the wife defer to and give priority to her husband. Effort of teacher quality improvement is supported by some factors such as effective laws, local authority to determine their own policy, and perception of local government. However, there were some discouraging factors either in internal or external side. Internal obstacle is existent teacher questioning direct benefit of the teacher quality improvement policy, while external obstacle is fund support from local government that has no strong legal certainty.

Kata Kunci : Respon,Implementasi kebijakan,Stakeholders pendidikan,response,policy implementation,education stakeholders


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.