Laporkan Masalah

Pengalaman tindak kekerasan remaja dari peer dan dari orangtua yang berdampak pada agresivitas remaja di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur

ISLIKO, Shandra Diana, Prof. Dr. Bimo Walgito

2008 | Tesis | S2 Magister Sains Psikologi

Agresif terjadi karena adanya modeling , reinforcement perilaku, dan juga andanya pengalaman kekerasan dari lingkungan interaksi terdekat setiap individu. Lingkungan terdekat individu adalah orangtua dan peer . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengalaman kekerasan remaja dari peer dan pengalaman kekerasan remaja dari orangtua dengan agresivitas remaja di kota Kupang Nusa Tenggara Timur. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 90 orang dengan kriteria adalah: (1) Remaja laki-laki usia 15 – 18 tahun, (2) Tinggal di kota Kupang, (3) Tingkat pendidikan SMA dari kelas X sampai kelas XII, dan (4) Pernah mengalami kekerasan dan peer dan orangtua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan wawancara, serta menggunakan teknik purposive dalam pengambilan sampel. Setiap subjek penelitian diberikan tiga skala yakni skala agresivitas remaja, skala pengalaman kekerasan remaja dari peer, dan skala pengalaman kekerasan remaja dari orangtua. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ada hubungan yang signifikan antara pengalaman kekerasan remaja dari peer dan pengalaman kekerasan remaja dari orangtua dengan agresivitas remaja di kota Kupang (F = 20,200 dan p ≤ 0,01), (2) Ada hubungan yang signifikan antara pengalaman kekerasan remaja dari peer dengan agresivitas remaja di kota Kupang (r-par = 0,400 dan p ≤ 0,01), (3) Ada hubungan yang signifikan antara pengalaman kekerasan remaja dari orangtua dengan agresivitas remaja di kota Kupang (r-par = 0,525 dan p ≤ 0,01).

Aggresive happened by modelling behaviora l, reinforcement behavioral, and also by violence experience from individual interaction with closest environment. Individual closest environment is parent and peer. The aimed of the study are to examine the relationship between violence experience of adolescent from peer and violence experience of adolescent from parent with adolescent aggressiveness in Kupang, East Nusa Tenggara. The subject in this research were 90 subject with criteria: (1) Male adolescence with range of age 15 till 18 years, (2) Live in Kupang, (3) Level education in SMA with range of class X till XII, and (4) Have violence experience from peer and from parent. This research use quantitative approach and interview, and also use technique of purposive to get sampling. Each participant completed three scales: adolescence aggressiveness scale, violence experience of adolescence from peer scale, and violence experience of adolescence from parent scale. Regression analysis that used as a statistical method in this research. Result of this research suggest that: (1) There is significant correlation between violence experience of adolesc ence from peer and violence experience of adolescence from parent with adolescence aggressiveness in Kupang (F = 20,200 dan p ≤ 0,01), (2) There is significant correlation between violence experience of adolescence from peer with adolescence aggressiveness in Kupang (r-par = 0,400 dan p ≤ 0,01), and (3) There is significant correlation between violence experience of adolescence from parent with adolescence aggressiveness in Kupang (r-par = 0,525 dan p ≤ 0,01).

Kata Kunci : Pengenalan kekerasan remaja,Agresivitas remajaPengalaman kekerasan,violence experience of adolescence,adolescence aggresiveness


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.