Laporkan Masalah

Keranjingan berbelanja pada wanita bekerja

FITRIANA, Nina, Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D

2008 | Tesis | S2 Magister Sains Psikologi

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Penelitian kualitatif fenomenologi ini bertujuan untuk mengetahui makna berbelanja bagi individu yang mengalami keranjingan berbelanja. Penelitian ini berusaha memaparkan makna berbelanja dari berbagai sudut pandang individu. Dengan memahami makna berbelanja bagi individu yang mengalami keranjingan berbelanja, akan dapat dipahami mengapa seseorang dapat mengalami keranjingan belanja. Penelitian ini menggunakan wawancara mendalam (in-depth interview) untuk mengumpulkan data dari 8 orang responden. Pengumpulan responden dilakukan dengan menggunakan teknik “snow-ball” dan pemilihan responden dilakukan dengan menggunakan theoretical sampling. Dalam melakukan penelitian kualitatif fenomenologi terdapat empat proses yang dilalui yaitu epoche, phenomenological reduction , imaginative variation , dan synthesis of meaning . Proses analisis dan interpratasi data yang meliputi bracketing, horizonalizing, dan units meaning bertujuan untuk mendapatkan deskripsi textural. Sedangkan imaginative variation bertujuan untuk mendapatkan deskripsi structural dan memadukan (composite ) deskripsi textural dan structural untuk menghasilkan suatu makna yang universal dan dapat mewakili responden secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang mengalami keranjingan berbelanja bertujuan untuk mencari pelampiasan diri. Hal-hal yang dapat mempengaruhi seseorang menjadi keranjingan berbelanja adalah faktor pendorong, faktor pencetus, dan faktor anti. Faktor pendorong adalah faktor bawaan dari diri individu itu sendiri seperti lemahnya kontrol diri, sikap tidak belajar dari pengalaman, dan sifat suka pamer. Faktor pencetus berasal dari luar seperti faktor lingkungan misalnya fasilitas kredit dan peminjaman uang, dan faktor keluarga . Faktor anti adalah pengendali perilaku suatu individu seperti agama dan keluarga. Perilaku keranjingan berbelanja menimbulkan dampak ekonomi, sosial, dan dampak psikologis.

This research is a phenomenological research. This phenomenological qualitative research aims to figure out the meaning of compulsive buying according to the compulsive buyers. This research tries to expose compulsive buying from various individuals’ perspectives. Understanding the meaning of shopping for the compulsive buyers will help to understand the behaviors in compulsive buying. This research applied in-depth interview to collect data from 8 respondents. The respondents were collected using snow -ball technique and selected using theoretical sampling. There are four processes in conducting phenomenological qualitative research i.e. epoche, phenomenological reduction, imaginative variation, and synthesis of meaning. The data analysis and interpretation processes, includin g bracketing, horizonalizing, and units meaning, aim to obtain textural description. Imaginative variation aims to obtain structural description and to combine textural and structural description to produce universal meaning and to represent the respondents thoroughly. The findings of the research show that the compulsive buyers do compulsive buying as a self-escapism. The factors that may influence the compulsive buying behavior are booster factor, trigger factor, and anti factor. Booster factor is the internal factor that comes from personal traits of the individual such as lacking of self-control, not learning from the experience, and having the tendency to show off. Trigger factor is the external factor that comes from environment, such as the availability of credit and loan facility, and family. Anti factor is the controller of one’s behavior such as religion and family value. Compulsive buying cause some effects towards financial condition, social relationship, and psychological effect for the compulsive buyers.

Kata Kunci : Keranjingan berbelanja,Wanita bekerja,compulsive buying,working woman


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.