Pelatihan manajemen stres untuk meningkatkan manajemen diri diabetes pada penderita diabetes melitus tipe 2
AYUSMI, Wisny, Dr. Tina Afiatin, MS., Psi
2008 | Tesis | S2 PsikologiDiabetes Melitus merupakan suatu penyakit menahun dan seumur hidup yang sering menimbulkan perasaan tidak berdaya pada diri penderitanya. Pelatihan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan manajemen stres untuk meningkatkan manajemen diri diabetes pada penderita diabetes melitus tipe 2. Partisipan pada penelitian ini adalah 16 orang penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Mlati I yang dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pelatihan manajemen stres ini meliputi mengenali emosi, mengenal stres dan sumber stres, strategi coping, dan berlatih tehnik relaksasi. Hipotesis penelitian ini adalah pelatihan manajemen stres dapat meningkatkan menajemen diri diabetes pada penderita diabetes melitus tipe 2. Instrumen penelitian ini adalah Skala Manajemen Diri Diabetes yang diberikan pada saat sebelum pelatihan (pre-test), setelah pelatihan (post-test), dan tindak lanjut (follow-up). Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif menggunakan analisis kovarians sedangkan secara kualitatif yaitu analisis dari data individual masing-masing partisipan. Berdasarkan data kuantitatif diperoleh hasil bahwa ada perbedaan tingkat manajemen diri diabetes yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sesudah perlakuan (post-test) dengan F= 23,638; p=0,000 (p<0,05), dengan peranan perlakuan sebesar 64,5%. Saat pengukuran tindak lanjut (follow-up), diperoleh hasil bahwa ada perbedaan tingkat manajemen diri diabetes yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan F=15,645; p=0,002 (p<0,05), dengan peranan perlakuan sebesar 54,6%. Dengan demikian pelatihan manajemen stres dapat meningkatkan manajemen diri diabetes pada penderita diabetes tipe 2.
Diabetes mellitus is a permanent disease which usually a helplessness feeling. This research was aimed to know the influenced of stress management training to increase diabetes self-management in patients with type 2 diabetes mellitus. Participants of this research are 16 patients with type 2 diabetes mellitus in Puskesmas Mlati I, that divided into two groups, experimental group and control group. This stress management training consisted of knowing emotion, knowing about stress and stressor, coping strategies, and relaxation techniques. The hypothesis of this research is the stress managements training increasing diabetes self-management in patients with type 2 diabetes mellitus. This research instrument is the diabetes self-management scale that gived on pre-test, posttest, and follow-up. Data analysis was used are quantitative analysis and qualitative analysis. Quantitative analysis used ancova analysis and qualitative analysis used data from partisipant individual data. Quantitative analysis showed that there was difference of level diabetes self-management between experimental group and control group after treatment with F= 23,638; p=0,000 (p<0,05) and eta squared about 64,5%. There was a difference of level diabetes self-management between experimental group and control group after follow-up with F= 15, 645; p=0,002 (p<0,05) and eta squared about 54,6%. Based on the result, stress management training effective to increase diabetes selfmanagement in patients with type 2 diabetes mellitus.
Kata Kunci : Diabetes melitus tipe 2,Manajemen diri diabetes,Pelatihan manajemen stres, type 2 diabetes mellitus, diabetes self-management, stress management training