Agama dan nelayan :: Studi konstruksi sosial tentang makna agama bagi nelayan di Desa Brondong, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan
KUSUMAWANTI, Nike, Drs. Purwanto, M.Phil
2008 | Tesis | S2 SosiologiStudi ini hendak mengangkat fenomena keagamaan nelayan melalui pendekatan yang bersifat sosiologis dengan perspektif sosiologi pengetahuan atau konstruksi sosial Peter.L.Berger dan Thomas Luckmann. Sosiologi pengetahuan Berger dan Luckmann (1991) mencoba menjelaskan fenomena agama secara berbeda dengan melihat realitas historis dan bangunan spesifik sosiokultural. Di samping itu, kajian ini juga mencoba menemukan relasi antara agama dan kekuasaan dengan mengikutsertakan analisis kuasa dari Michel Foucault dengan asumsi bahwa eksistensi manusia ini pada hakekatnya ada di dalam dan di luar orang lain sehingga ia harus menyatukan kediriannya dalam kebersamaan dengan dunia luarnya. Dengan kata lain, ada unsur kekuasaan dari luar yang mempengaruhi diri individu. Desa Brondong yang dipilih sebagai lokasi penelitian studi ini merupakan salah satu desa pesisir kawasan pantura Kabupaten Lamongan yang terus-menerus melakukan transformasi di segala bidang, baik transformasi sosial, ekonomi, politik atau ideologi dan agama. Desa Brondong saat ini merupakan ibukota kecamatan yang berkarakteristik permukiman perkotaan yang dilengkapi dengan sejumlah pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan seperti Tempat Pelelangan Ikan Brondong, Pelabuhan Perikanan Nusantara III, Pabrik Es, Bank Umum dan Bank Daerah, Perum Pegadaian, pasar, mini supermarket, dan showroom motor. Dengan kondisi geografis seperti ini memungkinkan gaya hidup masyarakatnya yang sebagian besar adalah nelayan juga mempunyai ciri khas masyarakat perkotaan yang mempunyai etos kerja tinggi, konsumtif, dan sekuler. Dari asumsi perspektif konstruksi sosial Berger dan Luckmann dan analisis kuasa Michel Foucault maka studi mengambil permasalahan penelitian sebagai berikut : pertama, bagaimana konstruksi sosial nelayan Brondong atas makna agama, kedua, bagaimana relasi kekuasaan kiai Muhammadiyah dalam membentuk pengetahuan nelayan Brondong tentang agama ? Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan sebagai berikut : pertama, makna agama yang dikonstruksi oleh nelayan pada saat ini bersifat pragmatis. Pragmatis dalam arti bahwa mereka percaya bahwa nilai kebenaran dalam suatu ajaran agama bergantung pada penerapannya sesuai dengan kepentingan. Hal ini dibuktikan dengan pemaknaan mereka terhadap tradisi sebagai simbol eksistensi budaya leluhur, komunitas keagamaan sebagai simbol netralitas serta kiai dan kesalehan sosial sebagai simbol yang akomodatif. Kedua, relasi kuasa Muhammadiyah atas masjid dan musholla, keberadaan FPI, serta pelarangan atas seni tayub dan larung kepala sapi tidak berpengaruh terhadap ideologi dan agama yang dimaknai oleh nelayan untuk mengikuti ideologi Muhammadiyah, karena agama yang dijalankan nelayan harus selaras dengan tradisi, tidak terikat pada komunitas manapun, dan mendukung etos kerja mereka atau dengan kata lain bersifat pragmatis. Oleh karena itu, meskipun secara struktural Muhammadiyah dapat dikatakan mayoritas tetapi secara kultural masyarakat nelayan Brondong lebih dekat dengan tradisi NU.
This research want raise up the phenomena of fisherman religion enclose from sociologist with knowledge of socyology perspective or social construction Peter. L. Berger dan Thomas Luckmann. Knowledge ofsociology Berger and Luckmann (1991) was tride to describe phenomena of religion look at the historical reality and sociocultural construction. Beside it, this research will trying to find the relation of religion and power following with power analysis from Michel Foucault and it can assume that human excistency is from inside and outside from other people, because of it someone must that the power from outside can influence himself. Brondong as a locus of this research study is a village that located in Pantura, Lomongan Regency, East Java. This village is keep doing a transformation in every aspect, simultaneously, such as in social transformation, economy, politic or ideology and also religion. Brondong now is a district of capital with special characterization. The charateristic includes town residence which is featured bu numerous of economic and trade activity centre such as Brondong’s fish auction (Tempat Pelelangan Ikan), fishing port (PPN III), ice factory, general and local bank, The pawnshop, market and mini supermarket and motorcycle showroom. With this kind of geographical condition, it is possible for the fishermans to have a downtown society life style which has high work’s loyalties, concumptif, and secular. From the assume of social construction perspective from Berger and Luckmann and social analysis Michel Foucault, it can say that this research will take a few problem, i.e : first, what the social construction of Brondong fisherman’s for the contain of religion ? second, what the relation of power to growth the Brondong’s fishermans knowledges about religion? And the result is : first, the meaning of religion what construct by the fisherman is a pragmatic characteristic. Pragmatic in this case can describe that they believe with the price of truth in their religion is depend on the application and compatible with their importance. It can see for their perceive about customs as a symbol of past culture existence, religion community as a symbol of netrality and scholar through social religiousness as a accomodative symbol. Second, power relationship of Muhammadiyah to mosque, FPI existance, and the act of prohibiting for Tayub and Larung are not against with their ideologist and religion to following Muhammadiyah ideology. Because the fisherman’s religion must to match with tradition and not to tied up with another community, and support their work ethos or in the other words it can say pragmatic. Because of it, Brondong’s fisherman community more closer with NU than Muhammadiyah although it must have majority in there.
Kata Kunci : Konstruksi sosial,Makna agama nelayan,Kekuasaan,Pragmatisme,social construction,meaning of fisherman’s religion,power and pragmation