Laporkan Masalah

Metafora kidung ludruk

INDARTI, Yulia, Prof. Dr. Marsono, S.U

2008 | Tesis | S2 Linguistik

Tulisan ini mengulas kiasan metafora yang terdapat dalam kidung ludruk. Dengan berpedoman pada teori bahwa metafora termasuk dalam ranah semantik kognitif, maka kidung bedhayan dan kidung lawak dalam ludruk dianalisis dengan menggunakan pendekatan semantik kognitif. Sebelum menyentuh kedua ranah tersebut, data yang terpilih dianalisis berdasarkan satuan lingual yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu, tulisan ini berusaha untuk menjawab persoalan, yaitu (1) bagaimana bentuk lingual kidung ludruk, (2) apa makna yang terkandung di balik kiasan metafora kidung ludruk, (3) bagaimana hubungan metafora kidung ludruk dengan budaya Jawa, dan (4) bagaimana analisis metafora kidung ludruk berdasarkan elemen-elemennya. Pembahasan persoalan pertama diorientasikan untuk menguak satuansatuan lingual yang terdapat dalam kidung ludruk. Pembahasan ini diawali dengan analisis tata bahasa universal yang meliputi fonologi, morfologi, sintaksis, dan diakhiri dengan penjelasan mengenai gaya bahasa yang terdapat di dalamnya. Pada tataran fonologi diuraikan asonansi dan aliterasi, sedangkan dalam tataran morfologi diuraikan pemajemukan, kerata basa, dan repetisi. Berikutnya, pada bagian tataran sintaksis diuraikan mulai (a) frase (b) kalimat dan (c) wacana. Analisis ini berakhir pada analisis gaya bahasa yang memiliki fungsi untuk menambah nilai estetika pada kidung ludruk. Pada tataran frase ditemukan adanya repetisi, antitesis, dan sinekdote pars pro toto. Pada tataran selanjutnya, diuraikan pembagian kalimat berdasarkan fungsinya. Pembahasan tata bahasa ini diakhiri dengan pembahasan mengenai jenis-jenis wacana, kohesi, dan koherensi. Pembahasan selanjutnya adalah untuk menjawab persoalan kedua,ketiga, dan keempat yaitu tentang penemuan lambang metafora kidung ludruk dan pengelompokkannya berdasarkan medan semantik, analisis tiga elemennya, hubungan antara lambang metafora kidung ludruk dengan budaya Jawa serta makna yang terkandung di balik kiasan metafora kidung ludruk tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, metafora kidung ludruk digunakan sebagai sumber kata-kata baru dengan mempertimbangkan penggunaan kata-kata lama yang makna baru dan bahasa yang indah. Kedua, lambang metafora yang digunakan dalam kidung ludruk sudah disesuaikan dengan karakteristik masyarakat. Ketiga, penggunaan metafora kidung ludruk telah mempertimbangkan fungsi penggunaan bahasa sehingga kidung ludruk tersebut menjadi berterima oleh penonton.

This study presents the analysis on metaphorical expressions of kidung ludruk. Based on the theory that metaphor is studied under the field of semantics, kidung ludruk is analyzed by using cognitive semantics approach. Prior to the metaphorical analysis, the selected data are analyzed on the basis of their linguistic features. Therefore, this thesis aims at answering four research questions, namely (1) what are the linguistic features of kidung ludruk, (2) what meanings can be found in the identified metaphorical symbols of kidung ludruk, (3) what is the relationship between metaphorical symbols of kidung ludruk and Javanese culture, and (4) how is the element based-analysis of metaphors of kidung ludruk. The first discussion is to answer the first research question that is finding out the linguistic features of kidung ludruk. The discussion starts from the analysis of universal grammar that includes phonology, morphology, syntax, and literary style. In phonological level, assonance and alliteration are found. In morphological level, compounding, kerata basa, and repetition are explored. Next, syntactic level analyzes (1) phrase, (2) sentence, and (3) discourse. The analysis ends up with an explanation of literary style which functions to enrich the aesthetic value of kidung ludruk. In phrasal level, repetition, antithesis, and synecdoche pars pro Toto are found. In the higher level, sentences are classified based on their functions. The structural discussion ends up with the explanation of types of discourse, cohesion, and coherence. The next discussion is aimed at finding out the answers for the rest of the research questions i.e. the finding of metaphorical symbols of kidung ludruk and their classification based on semantic fields. The discussion goes further with the metaphor analysis on the basis of metaphorical elements, the relationship between metaphorical symbols of kidung ludruk and Javanese culture, and ends up with analysis of the meanings beyond the metaphors of kidung ludruk. Research findings reveal some results. First, metaphors of kidung ludruk are used as sources of new words provided they consider the use of old words which have new meanings and beautiful language. Second, metaphors of kidung ludruk are appropriate with the characteristics of society. Last but not least, the metaphors of kidung ludruk consider the use language functions so that kidung ludruk will be communicative to the audience.

Kata Kunci : Metafora,Kidung,Ludruk,Lawak, metaphors


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.