Wacana humor pada Radio expose di radio JPI FM Solo
GIYATMI, Prof. Dr. Edi Subroto
2008 | Tesis | S2 LinguistikPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pemanfaatan kebahasaan, pemanfaatan aspek-aspek pragmatik, pemanfaatan konteks, serta fungsi humor dalam wacana RE radio JPI FM Solo. Dengan memfokuskan pada humor verbal, data diperoleh dengan metode simak yang dilanjutkan dengan merekam data kemudian membuat teks dialog dalam wacana tersebut. Data selanjutnya diklasifikasikan menjadi tiga kelompok yaitu wacana RE tentang informasi waktu, wacana RE tentang informasi acara JPI FM dan informasi tentang masalah sosial kemasyarakatan. Selanjutnya data dianalisis dan penyajian hasil penelitian dilakukan secara informal, yaitu dengan perumusan dengan menggunakan kata-kata biasa tanpa menggunakan lambanglambang. Hasil penelitian menunjukan bahwa wacana humor RE di radio JPI FM diungkapkan melalui pemanfaatan kebahasaan dan pemanfaatan aspek-aspek pragmatik. Secara umum dari sisi kebahasaan, wacana RE radio JPI FM Solo banyak memanfaatkan ragam informal, campur dan alih kode serta interfernsi yang dijadikan bingkai dalam mengungkapkan humor. Pemanfaatan kebahasaan untuk menciptakan humor meliputi ketaksaan (leksikal dan gramatikal) Ketaksaan leksikal meliputi polisemi, homonimi, homofoni. Ketaksaan gramatikal terjadi karena adanya frase amfibologi, proses morfologi dan idiom. Selain itu juga ditemukan bentuk akronim, plesetan, metafora, hubungan antar klausa. Penyimpangan prinsip kerja sama terutama maksim cara dan prinsip kesopanan menjadi sarana pengungkapan humor yang penting dalam wacana RE radio JPI FM Solo. Wacana ini juga memanfaatkan prinsip ironis untuk mengungkapkan humor melalui tuturan yang terlalu sopan untuk sebuah situasi. Pemanfaatan konteks dalam wacana RE dijelaskan dalam tiga hal. Pertama adalah kontek yang meliputi peserta tutur, setting, tujuan tuturan. Peserta tutur meliputi peserta tutur di tiap wacana, radio JPI FM sebagai penutur dan masyarakat sebagai mitra tutur. Penamaan peserta tutur dikreasikan untuk menimbulkan kelucuan seperti menggunakan nama hewan, tumbuhan, dan nama artis yang diplesetkan. Hubungan antar peserta tutur terlihat jelas dalam penggunaan bahasa dalam tiap wacana dan aspek-aspek kesopanan yang melibatkan nilai sosial dan budaya di masyarakat. Hubungan antar peserta tutur juga melibatkan radio JPI FM Solo sebagai penutur dan masyarakat pendengar. Radio JPI FM berusaha membuat hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat salah satunya memanfaatkan humor dalam acara seperti wacana RE. Setting dibedakan dalam dua kelompok. Pertama adalah waktu penyiaran wacana RE di radio JPI FM Solo. Waktu penyiaran RE disesuaiakan dengan tanda waktu, terutama untuk RE tentang informasi waktu sedangkan untuk jenis RE lainnya waktu siarnya disesuaikan dengan jadwal yang sudah diatur. Setting kelompok kedua adalah waktu dan tempat yang terdapat dalam tiap wacana RE. Radio Expose bertujuan mengangkat dan mengenalkan radio JPI FM kepada masyarakat. Radio Expose juga sebagai sarana informasi waktu, acara, serta masalah kemasyaraktan. Tujuan lain yang tidak kalah penting yaitu untuk menghibur. Pemanfaatan konteks yang kedua berhubungan dengan topik atau isi wacana. Topik yang sering dimanfaatkan dalam wacana RE sangat bervariasi dan merupakan masalah yang sangat dekat dengan masyarakat sebagai pendengar seperti masalah ekonomi, sosial, pendidikan, hukum, kerukunan, kesehatan. Pemanfaatan konteks berikutnya berhubungan dengan dengan pemahaman latar belakang pengetahuan (background knowledge). Pemahaman tentang kebudayaan terutama kebudayaan Jawa sangat memengaruhi pemahaman humor dalam wacana ini. Banyak wacana yang diungkapakan dengan menggunakan bahasa Jawa dan berhubungan dengan kebudayaan Jawa sebagai akibat dari peserta tuturnya. Pemahaman terhadap salah satu agama (Islam), serta pemahaman terhadap fenomena yang berkembang dalam masyarakat seperti fenomena goyang Inul (goyang ngebor), fenomena tanaman hias Anthorium juga membantu dalam memahami humor. Pemahaman antar peserta tutur juga penting dalam pemahaman humor pada wacana RE. Humor pada wacana RE dapat dimanfaatkan untuk menyamarkan kemarahan dan rasa jengkel, untuk mengurangi kesalahan, untuk menghindari hal tabu, untuk menyembunyikan maksud, untuk menyatakan hal yang berlebihan, untuk menyatakan kejujuran, untuk menyembunyikan identitas, untuk mengacaukan pemahaman.
This research aims at describing the characteristics of the usage of language, the usage of pragmatics aspects, the usage of context and the function of humor of humorous discourse of JPI FM Solo’s RE. Focusing on the verbal humor, the data obtained by using a random recording method, which is then followed by recording the data and then making the script of each data of RE on JPI FM Solo. After that the data are classified based on the types of RE, they are RE of time information, RE of radio JPI FM program information, RE of society matters. Next the obtained data is analyzed and the finding of the research are presented by using an informal method which means the results are explained by the ordinary words without any symbols at all. The finding of the research shows that humorous discourses on JPI FM Solo’s RE are revealed through the usage of language and the usage of pragmatics aspects. Radio Expose of JPI FM Solo on general uses informal style, code mixing code switching, and language interference to frame the expressing of humor. The other kinds of language usages to create humor are the ambiguity, both lexical and grammatical. The lexical ambiguity consists of polysemy, homonymy, homophony. Grammatical ambiguity happens because of amphibology phrase, morphological process, and idiom. Besides, there are also acronym, word play, metaphor, inter clause relation. The deviation of the cooperative principle mostly maxim of manner and politeness principle become the important way in revealing humor on JPI FM Solo’s RE. Besides, this kind of discourse also uses Irony Principle to explore humor inside it. The usage of context on JPI FM Solo’s RE is explained on three ways. Firstly of all is context that deals with the participants, setting, ends of speech. The participants consist of the participants within each discourse, JPI FM radio as the speaker and the society as the listener. The naming of the participants which uses the name of animal, plants and artists is done to stimulate humor. The relation of the participants is clearly seen on the language chosen in every dialog and the aspects of politeness that involve the social and cultural value in the society. The relationship of each participants also involves radio JPI FM Solo as the speaker and the society as the listeners. The radio JPI FM Solo tries to build a close relationship with its listeners by using humor inside its program such as Radio Expose. Settings are classified into two kinds. The first kind of the setting is about the time when the RE is broadcasted. The broadcasting time of RE is arranged with time stated on the RE, mostly on the RE of time information. The others type of RE are broadcasted on the time scheduled by the radio management. The second kind of setting is the setting of place and time found on each dialog of RE Radio Expose is used to introduce the radio to the society as the target listeners. This discourse also aims at giving information about time radio program, etc. Besides, RE is to entertain the listeners. The second usage of context on RE is the topic of the RE. There are various topics used on RE such as economy, social, education, law and rules, unity, healthy. The topic chosen are closely related with the society. The next usage of context on RE is about the background knowledge. The understanding of culture, particularly the Javanese culture is important to comprehend the humor on JPI FM Solo’s RE. Some dialogs are performed on Javanese. The understanding of a certain religion (Moslem) and the up to date phenomena in the society. The understanding between the participants is also needed to comprehend the humor on JPI FM Solo’s RE. The humor on JPI FM Solo’s RE functions to cover anger, to reduce the mistake, to prevent taboo, to hide the purpose, to show exaggerate (hyperbole), to express honesty, to cover the identity, to destroy the assumption.
Kata Kunci : humor, radio expose