Laporkan Masalah

Kontribusi pariwisata di Kecamatan Tanjungsari terhadap PDRB, PAD, pendapatan dan penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat sekitar

WAHYUNI, Sri, Dr. Budiono Sri Handoko, M.A

2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi sektor pariwisata di Kecamatan Tanjungsari terhadap PDRB, PAD, Pendapatan dan Penyerapan Tenaga Kerja bagi Masyarakat Sekitar. Sumber data yang digunakan ialah sumber data primer yang diperoleh dengan wawancara langsung kepada para pelaku usaha sarana pariwisata di Objek Wisata Pantai Baron, Kukup dan Krakal serta pekerja di luar usaha sarana pariwisata di tiga dusun dimana tiga lokasi objek wisata tersebut berada, yaitu Dusun Rejosari, Ngepung dan Bruno II. Sumber data sekunder diperoleh melalui wawancara dan studi pustaka yang diperoleh dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, dan instansi terkait lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja yang bekerja di usaha sarana pariwisata memiliki pendapatan per bulan antara Rp250.000,00 sampai dengan Rp2.250.000 atau secara rata-rata Rp1.290.000 sedang pekerja di luar usaha sarana pariwisata memiliki pendapatan per bulan antara Rp76.250,00 sampai dengan Rp1.332.500,00 atau secara rata-rata Rp506.965,00. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa sektor pariwisata di Kecamatan Tanjungsari memberikan kontribusi terhadap PDRB sebesar 16,7 persen, kontribusi terhadap PAD rata-rata sebesar 3,22 persen, dan sektor pariwisata memberikan kontribusi terhadap pendapatan pekerja usaha sarana pariwisata sebesar 64,16 persen terhadap pendapatan keluarga, dan mampu menyerap tenaga kerja 3,66 persen dari total angkatan kerja di Kecamatan Tanjungsari. Hasil uji z juga menunjukkan bahwa terdapat perbedan yang signifikan antara pendapatan pekerja usaha sarana pariwisata dan pekerja di luar usaha sarana pariwisata. Ditinjau dari garis kemiskinan Kabupaten Gunungkidul tahun 2006, pekerja usaha sarana pariwisata sebanyak 73,2 persen berada di atas garis kemiskinan, 26,8 persen berada di bawah garis kemiskinan dan untuk pekerja di luar usaha saran pariwisata sebanyak 28,8 persen berada di atas garis kemiskinan dan 71,2 persen masih berada di bawah garis kemiskinan.

This research is aimed to analyse contribution of tourism sector in Tanjungsari district toward GDRP, Regional Original Income, income and employment absorbtion for local people. The data used is obtained from primary and secondary data source. Primary data obtained by direct interview to the agents of supporting facilities for tourism around Baron, Kukup dan Krakal Beach, and the workers that didn”t work in that sector. The research is conducted in three villages where these tourist destination located, that is Rejosari, Ngepung and Bruno II Village. While secondary data is obtained by interviewing and studying literatures from Tourism and Culture Duty of Gunungkidul regency, and other related institutions. The result shows that the workers that worked in supporting facilities for tourism have earnings per month between Rp250.000,00 up to Rp2.250.000,00 or on average of Rp1.290.000,00 while the workers that didn’t work in supporting facilities for tourism have earning per month between Rp76.250,00 up to Rp1.332.500,00 or on average of Rp506.965,00. The result also shows that tourism sector in Tanjungsari District gives it’s contribution to GDRP at 16,7 percent, to Regional Original Income at 3,22 percent, to the family income of supporting facilities workers at 64,16 percent, and this sector also have absorbed employment at 3,66 percent from total labour force of Tanjungsari District. The z-statistic test also indicated that there is a significant difference of income between the workers that worked in supporting tourism facilities sector and outside that sector. From the view of Gunungkidul Regency’s poverty ine 73,2 percent of workers that worked in supporting facilities is categorized above the poverty line while 26,8 percent is below the poverty line, and 28,8 percent of workers that didn’t work in supporting tourism facilities is categorized above the poverty line while 71,2 percent is still below the poverty line.

Kata Kunci : Pariwisata,Pekerja usaha sarana pariwisata,Penyerapan tenaga kerja,Garis kemiskinan,tourism, supporting tourism facilities, employment absorption, poverty line


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.