Laporkan Masalah

Woman, spirituality and power :: A Study of three sufi women in Yogyakarta

NAJIYAH, Dr. Zainal Abidin Bagir

2008 | Tesis | S2 Agama dan Lintas Budaya

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan antara spiritualitas perempuan dan spiritualitas laki-laki dan menganalisis bagaimana Sufism atau spiritualitas memberdayakan perempuan. Penelitian ini merupakan studi terhadap tiga orang perempuan yang dianggap Sufi oleh komunitasnya. Metode yang digunakan adalah life story atau kisah hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memang terdapat berbedaan antara spiritualitas laki-laki dan perempuan, sebagaimana yang dinyatakan oleh teori feminis spiritual. Hasil penelitian ini juga memperkuat teori filsafat agama feminis yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan cara mengetahui kebenaran agama antara laki-laki dan perempuan. Tiga orang Sufi perempuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa intuisi dan tubuh memegang peranan penting dalam memahami realitas dan mengalami penyatuan dengan Tuhan. Ini meruntuhkan asumsi yang telah bertahan lama di dunia filsafat dan filsafat agama bahwa pikiran dan akal merupakan dimensi tertinggi dari manusia. Dalam perspektif Sufi, justru intuisilah yang merupakan alat utama untuk menuju pada kebenaran. Sedangkan dalam perspektif psikologi menyatakan bahwa intuisi lebih berkembang pada perempuan. Hasil kedua menunjukkan bahwa Sufism memberdayakan perempuan melalui penyadaran dan peningkatan agency dan kesadaran diri perempuan. Daya atau power yang ditimbulkan oleh Sufisme adalah pemberdayaan dari dalam (power from within) dan kemampuan untuk memberdayakan orang lain atau bedaya bersama orang lain (empower other and power with other).

The purpose of this research is to examine the differences between men’s and women’s spirituality and to analyze how Sufism empower women. This is a study of three Sufi women in Yogyakarta who are considered as Sufi by their community. Method applied is a life story method. The result affirms spiritual-feminist theory that there is difference between women’s and men’s spirituality. It also affirms the differences between women’s and men’s way of knowing of religious truth. The three Sufi women revealed that intuition and body play primary role in the way they understand realities and experience union with the Divine. It undermines the long-perpetuated assumption in philosophy and philosophy of religion that mind and reason as the highest dimension of being human. From Sufism’s perspective, it is intuition as the main tool to the truth. From psychological perspective, it is in women the intuition is more differentiated. The second result shows that Sufism empower women through awaking and enhance the agency and self-awareness of women. Power implied from Sufism is not power over but power from within which enable them to empower (with) others.

Kata Kunci : Spiritualitas perempuan, Sufisme, agency, kesadaran-diri, power, Women’s spirituality, Sufism, self-awareness


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.