Identitas, komodifikasi, dan dominasi :: Manifestasi agama Hindu di Bali
RISWAN, Yulianingsih, Prof. Dr. Heru Nugroho
2008 | Tesis | S2 Ilmu Perbandingan AgamaAgama Hindu di Bali menjadi spirit dalam kehidupan sehari-hari. Kebudayaan Bali telah menjadi simbol kekeuatan politik dan sumber daya ekonomi, perkembangan ekonomi (termasuk di dalamnya perkembangan pariwisata) juga membuka peluang dan kesempatan bagi kelompok marginal sekaligus menjadi tantangan bagi kelompok dominan. Tulisan ini mencoba untuk melihat bagaimana budaya diproduksi, dimiliki dan sekaligus ditransformasikan sebagai komoditas yang dapat di jual, dan terjadilah ketidakseimbangan budaya, maka budaya digunakan sebagai alat dari identitas. Hal ini membuka jalan bagi kita untuk memahami lebih luas tentang kekayaan budaya: sebagai alat yang dapat digunakan oleh semua kelompok yang mencari konfirmasi terhadap sebuah identitas yang berada dalam ancaman vis a vis struktur kekuasaan yang lebih kuat. Tesis ini dimulai dengan sebuah deskripsi tentang Bali kontemporer, transformasi ekonomi dan gambaran singkat tentang pariwisata. Hubungan antara ritual agama dan ekonomi keduanya dibicarakan secara lebih menyeluruh, melalui pendekatan etnografi untuk mengulas lebih detail dalam konteks budaya, dimana pariwisata cukup berperan. Agama dan pengaruh politik yang mempengaruhi masyarakat Bali menjadi kunci untuk memahami situasi kontemporer. Dan Agama Bali telah memberikan kontribusi untuk kehidupan sehari-hari seperti: identitas budaya, sumber komoditas, dan juga dominasi politik.
Hinduism as religion of Bali has become the spirit of Balinese culture. And Bali’s culture has become a powerful political symbol and economic resource in the information age, where the development of the service economy (including tourism) provides new opportunities to marginal groups and new challenge to dominant ones. This report take the way in which culture is produced, possessed and often transformed into commodity for the market: the role of such reified culture in relation of inequality: the ownership of culture as a tool of identity and nation building. This allow us to expand our understanding of cultural property: as a tool available to any group seeking confirmation of an identity perceived to be under threat vis a vis wider power structure. The thesis begins with description of contemporary Balinese, the transformation of its economy and a brief history of tourism. The relationship between ritual and economy is discussed both in general terms and ethnographic detail to provide insight into the context of cultural ideas in which tourist development has taken place. The spatial organization of ritual reveals patterns of cultural order and political influence as key factors in understanding the contemporary situation. Then, religion of Bali has contributed for the social life of thing such as culture identity, source of commodity, and also political power for domination.
Kata Kunci : Kebudayaan,Simbol politik,Politik identitas, culture, identity politics, commoditization.