Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pendapatan antar provinsi :: Studi kasus Indonesia

ELLYZAWATI, T, Drs. A. Budi Purnomo, M.A

2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerimaan pajak, belanja modal dan investasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia selama periode 1986-2006. Fokus masalah yang diangkat adalah relatif rendahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca krisis moneter tahun 1997. Variabel yang digunakan meliputi penerimaan pajak, belanja modal dan investasi, dengan data sekunder, meliputi tahun 1986-2006 yang berjumlah 21 observasi. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier dengan data time series menggunakan metode OLS. Hasilnya menunjukkan bahwa secara parsial belanja modal berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan penerimaan pajak dan investasi berpengaruh positif dan signifikan, dalam menjelaskan variasi pertumbuhan ekonomi. Di samping itu, penelitian ini juga menghitung tingkat ketimpangan pendapatan di Indonesia periode tahun 1986- 2006. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu mengenai data PDRB per kapita dan jumlah penduduk baik masing-masing provinsi atau Indonesia selama 21 tahun dari tahun 1986-2006. Alat analisis yang digunakan adalah Indeks Williamson dan Indeks Entropi Theil. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa tingkat ketimpangan antarprovinsi di Indonesia semakin lebar setelah terjadinya krisis ekonomi tahun 1998. Dengan pendekatan alat analisis ketimpangan Indeks Williamson dan Indeks Entropi Theil, diperoleh bahwa tingkat ketimpangan dan PDRB per kapita antarprovinsi di Indonesia yaitu rata-rata 0,7342 untuk Indeks Williamson dan 0,0905 untuk Indeks Entropi Theil. Selama periode penelitian ketimpangan tersebut ada kecenderungan meningkat. Hipotesis Kuznets terbukti berlaku di Indonesia. Terjadi korelasi yang positif dan tidak signifikan antara Indeks Williamson atau Indeks Entropi Theil dengan pertumbuhan PDB per kapita.

This research had purpose to analyze effect of tax revenue, government development expenditure and investment on Indonesian economic growth for period of 1986-2006. Issue focus raised was Indonesian economic growth was that underwent crisis. Variable used including tax revenue, government development expenditure and investment, with secondary data from 1986 to 2006 with total of 21 observations. Analytical tool used was OLS regression with time series data. The result indicated that partially development expenditure had negative and not significant effect on economic growth, while tax revenue and investment had positive and significant effect in explaining variety of economic growth. In addition, this research also calculated level of income inequality in Indonesia from 1986 to 2006. Data used was secondary data on per capita GRDP and population either in each province or in Indonesia for 21 years from 1986 to 2006. Analytical tool used were Williamson Index and Theil Entropy Index. The result indicated that inter-province inequality level in Indonesia is increasingly wide after the 1998 economic crisis. Inter-province inequality level of per capita GRDP in Indonesia was 0.7342 for Williamson index and 0.0905 for Theil Entropy Index. In the research study, the inequality tended to rise. Kuznets hypothesis is proved in Indonesia. There is negative and not significant corelation between Williamson Index or Theil Entropy Index and GDP per capita.

Kata Kunci : Pertumbuhan ekonomi,Pembangunan ekonomi dan ketimpangan pendapatan, economic growth, economic development, and income inequality


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.