Kajian pengaruh kondisi DAS terhadap fluktuasi debit sungai
SWASTYASTU, Gadhang, Ir. Joko Sujono, M.Eng, Ph.D
2008 | Tesis | S2 Teknik SipilPerubahan tata guna lahan bersifat dinamis sebagai akibat dari semakin meningkatnya jumlah penduduk. Perubahan yang terjadi cenderung semakin meningkatkan volume dan laju limpasan permukaan. Hujan yang turun di Daerah Aliran Sungai (DAS) akan dialihragamkan menjadi beberapa komponen aliran dengan beberapa proses hidrologi di DAS tersebut. Adanya keterkaitan antara masukan berupa hujan dan keluaran berupa debit sungai pada suatu DAS dapat dijadikan dasar untuk menganalisis keadaan suatu DAS, terutama terhadap aspek hidrologinya. Salah satu faktor yang dapat menentukan karakteristik pengalihragaman hujan aliran pada suatu DAS adalalah tata guna lahan. Penelitian ini mengambil lokasi pada DAS Bedog di Guwosari, DAS Winongo di Padokan, DAS Code di Pogung dan DAS Gajahwong di Papringan. Data yang dipergunakan adalah data hujan jam-jaman, debit jam-jaman dan rerata harian, serta penggunaan lahan dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2006. Kelengkapan data yang dipergunakan sangat mempengaruhi dalam keakuratan penelitian. Untuk mengetahui kondisi suatu DAS maka digunakan beberapa indikator, seperti nilai koefisien varian, koefisien regim sungai, indeks penggunaan lahan dan koefisien limpasan. Indikator karakterisitik DAS tersebut sangat erat kaitannya dengan pola perubahan penggunaan lahan. Analisa kondisi DAS berdasarkan beberapa indikator tersebut dilakukan untuk mengetahui pengaruh kondisi DAS terhadap fluktuasi debit sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan penggunaan lahan, luas sawah semakin berkurang dan sebaliknya luasan pemukiman semakin bertambah. Nilai koefisien regim sungai dan koefisien limpasan naik dari tahun ke tahun. Hal tersebut menunjukkan bahwa kondisi DAS semakin lama semakin memburuk. Nilai koefisien varian dan indeks penggunaan lahan juga berada di bawah batas minimum. DAS Bedog di Guwosari masih lebih baik dibandingkan dengan ketiga DAS yang lain, sedangkan DAS yang berada dalam kondisi yang paling buruk adalah DAS Code di Pogung. Hal tersebut disebabkan karena pada DAS Bedog di Guwosari penggunaan lahan yang paling besar adalah untuk pemukiman (33.2 %) kemudian diikuti untuk persawahan (38.8 %).
Nowadays the number of people population increase rapidly. For this condition, demand of area also grows significantly. Many forests have transforming into cultivated fields or residence to fulfill the human needs. Different land use creates different run off. Link between rainfalls with river flow can be used to measure the condition of a river basin, particularly by its hydrological aspect. In other hand, land use change also can be used to measure the condition of the river basin. Four basins were analyzed in this research i.e. Bedog in Guwosari, Winongo in Padokan, Code in Pogung and Gajahwong in Papringan. Hourly rainfall data, hourly and daily flow data, and land use condition from 1998 until 2006 were used in this research. River basin land use is derived from the “rupa bumi Indonesia†map based on the year 2000 condition. Several parameters are used to examine river basin condition such as coefficient of variant, coefficient of river regime, land use index and coefficient of runoff. Those parameters are used to determine the effect of land use change to the river flow fluctuation. The result show that land use always change. Total area of paddy field is decreasing every year, but total area of residence is also growth rapidly each year. Many paddy field transform into residence due to the increasing of the population. River regime coefficient and run off coefficient increasing every year. That parameter shows the river basin getting worse every year. Variation coefficient and land use index also below the standard. Bedog in Guwosari basin is better than the other. Meanwhile the condition of Code in Pogung basin is the worst. In Bedog Basin on year 2000, 33.2 % of total area is used by residence and only 38.8 % that used for paddy field.
Kata Kunci : daerah aliran sungai, penggunaan lahan, river basin, land use