Kajian teknik analisis untuk identifikasi bahan galian industri dengan memanfaatkan citra Landsat ETM(plus)
HADIANTO, Dr. Prapto Suharsono, M.Sc
2008 | Tesis | S2 Penginderaan JauhPenelitian ini dilakukan untuk identifikasi dan pemetaan agihan sumberdaya bahan galian industri berdasarkan analisis citra satelit Landsat Enhanched Thematic Mapper (ETM+). Citra Landsat ETM+ daerah Rembang, Jawa Tengah yang direkam pada tanggal 27 Agustus 2001 digunakan untuk identifikasi dan pemetaan bahan galian lempung, batugamping dan batupasir kuarsa yang banyak terdapat di daerah penelitian. Identifikasi dan pemetaan bahan galian lempung, batugamping dan batupasir kuarsa dilakukan dengan menerapkan metoda Spectral Angle Mapper (SAM) dan Linear Spectral Unmixing (LSU) pada citra Landsat ETM+. Metoda SAM digunakan untuk identifikasi dan pemetaan obyek berdasarkan jarak sudut spektral terhadap obyek acuan, sedangkan metoda LSU berdasarkan jumlah fraksi obyek acuan dalam piksel. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan SAM dan LSU pada citra Landsat ETM+ dapat digunakan untuk identifikasi dan pemetaan agihan batulempung, batugamping dan batupasir kuarsa. Hasil identifikasi yang diperoleh dibandingkan dengan hasil identifikasi Supardan et al. (1996) yang didapat lewat survei lapangan dan analisa laboratorium. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa sepuluh dari 23 lokasi yang dikaji menunjukkan kesesuaian. Selanjutnya didapat bahwa hasil pemetaan agihan lempung, batugamping dan batupasir kuarsa yang diperoleh lewat metoda SAM menunjukkan kemiripan dengan kondisi geologi daerah penelitian, sedangkan pada metoda LSU memberi hasil yang kurang memuaskan. Adapun penyimpangan yang terjadi disebabkan oleh minimnya luas singkapan dan rendahnya homogenitas obyek yang tampak pada citra.
This research was done to identify and mapping the distribution of industrial mineral resources through the analysis of Landsat ETM+ image. The satellite image of Rembang, Central Java that acquired in August 27th, 2001 was used to identify and mapping the clay, limestone and quartz sandstone which found in the research area. The identification and mapping of the clay, limestone and quartz sandstone were done by applying Spectral Angle Mapper (SAM) and Linear Spectral Unmixing (LSU) method to the Landsat ETM+ image. The SAM method was used to identification and mapping by calculating the angular distance between the unknown object spectral to the reference spectral, while the LSU method based on amount of the reference object fraction in the pixel. Based on the result, we know that SAM and LSU implementation to Landsat ETM+ image can be used to identify and mapping the distribution of clay, limestone and quartz sandstone. The identification result was compared to Supardan et al. (1996) which got the result through field survey and laboratory analysis. The verification result indicates that ten of the 23 sample locations have similarity. Furthermore, the mapping result got from SAM method shows similarity to the geologic condition, while the LSU method is not satisfactorily. The misidentification came due to the limitation of outcrop size and less homogeneity of object that seen on the image.
Kata Kunci : Penginderaan jauh,Landsat ETM(plus),Bahan galian industri,Pengolahan citra, Remote sensing, Landsat ETM+, industrial mineral, image processing