Laporkan Masalah

Kajian lokasi alternatif kolam pembuangan lumpur Lapindo menggunakan SIG dan citra IKONOS di Jawa Timur

MUHSONI, Firman Farid, Dr. Hartono, DEA., DEES

2008 | Tesis | S2 Penginderaan Jauh

Sistem Informasi Geografis dapat dimanfaatkan untuk memprediksi perluasan area genangan akibat lumpur yang keluar. Lokasi alternatif kolam pembuangan lumpur Lapindo dapat diketahui dari prediksi area genangan. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengkaji ketelitian metode interpolasi data ketinggian dan ketelitian citra IKONOS dalam memperoleh variabel penentu, 2) menentukan kolam alternatif pembuangan lumpur Lapindo, 3) Evaluasi volume daya tampung serta analisis biayanya. Metode penelitian terdiri dari penentuan variabel penentu, yaitu: zona genangan, penggunaan lahan, fasilitas umum dan area terdampak. Zona genangan didapatkan dari DEM hasil interpolasi, kemudian dilakukan pemodelan wathershed untuk mendapatkan akumulasi aliran, arah aliran dan batas air, sehingga didapatkan zona genangan. Peta penggunaan lahan dan fasilitas umum didapatkan dari interpretasi citra IKONOS. Area terdampak didapatkan dari Peraturan Presiden nomer 14 tahun 2007. Keempat peta tersebut dilakukan skoring dan pembobotan dan tumpang susun untuk mendapatkan lokasi alternatif pembuangan lumpur. Pembobotan didapatkan dari kuesioner. Hasil penelitian didapatkan metode kriging yang merupakan metode interpolasi data ketinggian yang paling baik (RMSE=1,3565). Akurasi interpretasi penggunaan lahan mencapai 93,5%. Akurasi interpretasi fasilitas umum sebesar 100%. Hasil pemodelan didapatkan 6 kandidat lokasi alternatif pembuangan lumpur. Kolam alternatif 1 merupakan kolam yang paling baik, dengan luas 4.027 Ha. Volume daya tampung kolam mencapai 564.599.751 m3, dengan daya tahan mencapai 3.704 hari atau 10 tahun. Total biaya pembuatan kolam mencapai Rp 7.276.313.970.000.

Geographic Infiormation System modeling can used to predict inundated area expansion that caused by mud flow. The alternative location of Lapindo mud flow can be identified from inundated area prediction. The aims of this research are 1) to appraise the accuracy of elevation data interpolation methods and IKONOS imagery accuracy in determinant variable retrieval, 2) to determine the alternative pond of Lapindo mud flow, 3) to evaluate volume capacity and to analyze the construction cost. The method of this research consist of determinant variable retrieval, these are: inundated zone, land use, public facilities and impacted area. Inundated zone map has been get from DEM interpolation result, the watershed modeling has been done to get flow accumulation, flow direction and watershed, in order to get inundated zone. Land use map and public facilities map have been get from IKONOS imagery visual interpretation. Impacted area map has been retrieved according to President Regulation No. 14, 2007. Scoring, weighting and overlay of these four maps have been made to get mud flow alternative location. Weighting factors have been retrieved according to questioner result. The result of this research has shown that Kriging interpolation method was the best method for elevation data interpolation (RMSE = 1.3565). Land use interpretation accuracy achieves 93.5%. Public facilities interpretation accuracy achieves 100%. Nine candidates of mud exile alternative pond have been got as a research result. Alternative pond No.1 is the best pond, with 4.027 Ha area. Volume pond capacity achieves to 564.599.751 m3, with 3.704 days or 10 years endurance. Total cost of pond construction achieves Rp. 7.276.313.970.000.

Kata Kunci : Site selection,Batas air,Lumpur,Lapindo, site selection, watershed, mud, Lapindo


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.