Dampak pelaksanaan road safety terhadap perilaku masyarakat dalam berlalu lintas :: Studi program road safety oleh Polri dan perilaku lalu lintas di Kabupaten Gunungkidul
WIDYAYOKO, Noffan, Drs. Soetomo, M.Si
2008 | Tesis | S2 SosiologiLatarbelakang: Tingkat kecelakaan transportasi jalan di dunia mencapai 1,2 juta korban meninggal dan lebih dari 30 juta luka-luka/cacat akibat kecelakaan, 85% terjadi di negara berkembang (jumlah kendaraan hanya 32% jumlah global). Biaya akibat kecelakan diperkirakan 2% dari PDB negara berkembang dan Indonesia mengalami kerugian ekonomi sekitar 2,17% dari PDB (Dirjen Perhubungan Darat, 2006). Jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2006 mencapai 40.000 kejadian, dengan 36.000 orang meninggal (99 per hari), dan 19.000 orang di antaranya melibatkan sepeda motor. Dalam kurun 2003 – 2007, di Kab. Gunungkidul, terjadi 254 kecelakaan dengan akibat 163 korban meninggal dunia, 23 korban luka berat dan 246 korban luka ringan dan pada tahun 2007, melonjak 141 dengan 57 meninggal. Sehingga diprediksikan, tanpa adanya upaya menekan lakalantas dan korban fatal, maka selanjutnya akan lebih banyak lagi. Polres Gunungkidul memprakarsai program Road Safety, dengan tujuan utama menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas, dan sasaran utama; mengatasi problematika lalu lintas, menekan angka lakalantas dan sekaligus menekan koban fatal akibat lakalantas (Polres Gunungkidul, 2007). Program road safety tersebut, perlu mendapat penelitian mengingat road safety dalam konteks global, nasional maupun lokal (pembangunan daerah Kab. Gunungkidul), dapat diartikan penyelamatan masyarakat dari kerugian ekonomi dan hilangnya pencapaian hasil pembangunan. Tujuan: Mengetahui bagaimana pelaksanaan dan efektifitas program road safety, dan mengetahui perilaku masyarakat dalam berlalu lintas di Kabupaten Gunungkidul. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang dipandang tepat karena penelitian ini dapat memahami kepentingan subyektif dan tersembunyi, mencoba memberikan interpretasi secara mendalam terhadap temuan-temuan lapangan berdasarkan fakta-fakta sosial yang sebenarnya. Hasil dan pembahasan: Berdasarkan data awal, program road safety dapat menurunkan korban fatal lakalantas, mendapat sambutan yang antusias dari kalangan elit dan institusi pendidikan, berbagai agensi pemerintah, dan kalangan pendidik, namun kurang antusias untuk kalangan masyarakat umum. Hasil observasi menyatakan terdapat perubahan perilaku nyata dalam lalu lintas di Gunungkidul, dengan adanya prakarsa road safety. Namun terdapat beberapa kritik membangun menyangkut pada kepercayaan publik pada kepolisian, perlunya muatan program yang lebih utuh, kurang terpadunya program, kurangnya koordinasi lintas departemental, inkonsistensi wilayah, dan juga keraguan akan kesinambungan program, yang dapat mengancam sasaran program jangka panjang. Kesimpulan: Program road safety telah berhasil memberikan dampak pada penurunan korban fatal lakalantas, mendapat sambutan dan memberikan kesadaran dan merubah perilaku lalu lintas masyarakat. Untuk selanjutnya, program perlu dilaksanakan dengan pendekatan yang lebih terpadu, dengan muatan yang lebih utuh, dalam satuan wilayah yang lebih luas, terdapat koordinasi dengan institusi lain, dan jaminan kontinyuitas hingga mencapai tujuan program.
Background: The road accidental level in the world had achieve 1.2 millions death victim and more than 20 millions had injured/get disability from the accident, 85% had occurred in developing countries (vehicle number only 32% of global number). The cost incurred by accident was estimated at 2% of developing countries PDB and Indonesia experienced economic loss about 2.17% of PDB (Dirjen Perhubungan Darat, 2006). The traffict accident number in 2006 had achieve 40.000 accident, with 36.000 death victims (99 each day), and 19.000 of that involving motorcycles. In 2003 – 2007, in Gunungkidul Regency, there was 254 accident with the result 163 death victims, 23 get heavy injured and 246 get light injured and in 2007, jump to 141 with 57 death. Thus can to predict, without any effort to supress the accident rate and fatal victims, then would occurs more accident. Gunungkidul Police Resort had initiated Road Safety Program, with primary goal to provide traffict security, safety, order and unjammed, and primary objectives; overcome a traffict problem, supress the traffict accident number and fatal victims number as a result traffict accident (Polres Gunungkidul, 2007). These road safety program, necessary be study, considering that in global, national and local context, road safety means to save the society from economic loss and the loss of development echievement. Objectives: To know, how the performance and effectiveness of the road safety program, and to know the society’s behavior change in traffic in the Gunungkidul Regency. Methods: The research was descriptive qualitative research, which be considering relevant to understanding subjective and hidden interest, try to provide in depth intepretation to the field finding based on really social fact. Results and discussion: Based on preliminary data, road safety program could decrease the traffic accident fatal victim; get enthusiasm from an elite and education institution, various government agencies, and educators, but less enthusiasm from general publics. The result of observation stated there was real change in traffic behavior in Gunungkidul. But there was some positive critique related to public trust to the police, the need of more content in program, less integrated of program, less coordination across department, region inconsistency, and also doubt on continuousness of program, which all of that could threat the long term of program goals. Conclusions: Road safety program had success to provide an impact on decreasing of traffict accident fatal victims, get antusiasme and provide realize and changing the public traffict behavior. Further, the program need be perform by more integrated approach, with more content, and in higher region level, with coordination across other institution, and certainty in continuity until achieve a program goals.
Kata Kunci : Road safety,Perilaku masyarakat,lalu lintas,Kecelakaan lalu lintas,Jaminan keselamatan