Laporkan Masalah

Pemberdayaan pembudidaya ikan melalui dana penguatan modal di Danau Batur Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli

MULIAWAN, Nyoman, Drs. Djoko Suseno, S.U

2008 | Tesis | S2 Sosiologi

Danau Batur memiliki banyak potensi yang mampu untuk meningkatkan kesehjateraan apabila dimanfaatkan secara optimal. Potensi yang menonjol adalah bahwa daerah tersebut merupakan daerah atau kawasan “pertanian, perikanan, pariwisata juga potensi penambangan bahan bangunan seperti pasir dan batu”. Salah satu yang mendapat perhatian khusus oleh mayarakat dan pemerintah adalah pengembangan budidaya perikanan dengan mempergunakan Karamba Jaring Apung (KJA), yaitu sebuah usaha perikanan yang dikembangkan di Danau Batur dengan mempergunakan rumah ikan sebagi media pemeliharaan. Pemeliharaan dengan mempergunakan KJA mempunyai peluang keuntungan yang besar dan lebih mudah. Hanya saja tidak semua masyarakat yang mampu melakoni cara pemeliharaan seperti itu karena membutuhkan modal cukup besar, disamping membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang mempunyai kemampuan dibidang perikanan. Untuk menanggulangi masalah permodalan pemerintah pusat melalui Dirjen Budidaya Perikanan meluncurkan program “Dana Penguatan Modal” (DPM). Program ini ditujukan kepada kelompok petani ikan (Pokdakan). Dengan cara memberdayakan masyarkat (pokdakan) dengan melibatkan pemerintah, UPP, dan Bank Pelaksana. Hanya saja pola pikir masyarakat terhadap program pemerintah terdahulu tidak diterima dengan baik, karena banyak program yang putus ditengah jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat Dana Penguatan Modal (DPM) terhadap peningkatan pengembangan usaha budidaya ikan, peran lembaga (pemerintah, bank pelaksana, unit pelaksana pengembangan, tenaga pendamping teknis) dan masyarakat dalam melaksanakan program DPM, serta penggunaan DPM oleh kelompok pembudidaya ikan (pokdakan). Penelitian ini mengunakan metode deskritif untuk melukiskan keadaan yang sebenarnya terjadi. Metode pengumpulan data bersifat data primer dan data sekunder, antara lain metode wawancara, metode observasi, metode dokumenter dan lainnya. Sesuai dengan hasil penelitian ini bahwa program DPM yang dikucurkan menekankan pola pemberdayaan masyarakat, hal ini dapat dilihat adanya wewenang dari masyarakat penerima program untuk mengelola DPM sesuai kebutuhan.Hasil program DPM menunjukan, bahwa program ini mendapat dukungan dari masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan dan kemauan daya pengembalian masyarakat sangat tinggi. Sesuai dengan analisa setiap masyarakat yang memperoleh pinjaman DPM ini akan mampu meningkatkan pendapatan.

Batur Lake has many potential that is able to increase population welfare when it is used optimally. The main potential is agriculture, aquaculture, tourism and mining of sand and stone. One thing that should get special attention by society and government is development of fishery using floating net Karamba (KJA); it is an aquaculture business developed in Batur Lake using fish house as keeping media. Aquaculture using KJA has greater profit opportunity and easier to do. However, not all people cannot do the aquaculture because it requires big capital and human resource having competence in fishery. To deal with problem of capital, central government through Directorate General of Fishery established Capital Strengthening Fund (DPM) program. The program was intended to fish farmer group, by empowering community and involving government, UPP and Executing Bank. However, people perception on the government program was not good, because many programs stopped in their progress. This research aims to know benefit Capital Strengthening Fund (DPM) to make up of development of fish farmer group, role institute the (goverment, executing bank, unit of service of development, technical energy of development) and society in execution program the DPM, and also use DPM by fish farmer group. This research used descriptive method to describe the actual condition. Data consisted of primary and secondary data and was collected with interview, observation, documentary study and so on. The result indicated that DPM program focused on people empowerment. It can be seen from authority of receiving people to manage DPM according to their need. Result of DPM program indicated that, the program get support from people. It was proved with high capability and willingness to repay. Each people that get financial assistance from DPM can increase their income.

Kata Kunci : Budidaya ikan, Pemberdayaan, Keramba, Jaring apung, Media pemeliharaan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.