Dampak krisis sumber daya air terhadap fungsi sistem Subak dan petani :: Penelitian di Subak Tunggak Alas Desa Tamanbali Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli
DARMADA, I Wayan Gede, Drs. S. Djuni Prihatin, M.Si
2008 | Tesis | S2 SosiologiEksistensi subak sangat tergantung kepada eksistensi sawah dan air. Keberadaan sumberdaya air dewasa ini sangat mengkhawatirkan baik yang disebabkan oleh faktor alam maupun yang disebabkan oleh faktor sumberdaya manusia itu sendiri. Seiring dengan kurangnya pelestarian hutan Kintamani sebagai penyangga air hujan, maupun dengan meningkatnya pemanfaatan air untuk memenuhi kebutuhan manusia, sehingga berpengaruh terhadap penggunaan air untuk irigasi pertanian. Dengan menyusutnya sumberdaya air di sungai-sungai di Bangli juga menjadi salah satu penyebab konflik baik konflik antara anggota subak maupun subak dengan pihak lain yang sama-sama membutuhkan air di luar kegiatan pertanian. Tesis ini meneliti tentang suatu dimensi yang lebih khusus yaitu kajian tentang dampak krisis sumberdaya air terhadap fungsi sistem subak dan petani yang terjadi di Subak Tunggak Alas di Desa Tamanbali Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli secara khusus dan masyarakat subak di Bali pada umumnya, dan juga mengetahui terjadinya perubahan mata pencaharian masyarakat yang dulunya bermata pencaharian sebagai petani sawah menjadi bekerja pada sektor lain di luar pertanian, sehingga sudah barang tentu akan mengurangi penghasilan petani dari sektor pertanian. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif, berupa ucapan orang-orang serta fenomena sosial yang dapat diamati. Dalam penelitian ini, data-data dikumpulkan melalui pengamatan dan kajian secara langsung (observasi), wawancara dan dokumentasi. Untuk mengkaji permasalahan secara teoritis maka digunakan teori fungsionalisme struktural dan teori struktur-struktur mediasi sebagai kerangka / landasan teori. Temuan penelitian menunjukan bahwa dampak krisis sumberdaya air telah membawa perubahan yang signifikan terhadap keberadaan subak baik dari segi fungsi subak seperti sistem pola tanam, kegiatan upacara keagamaan maupun dari segi sosial masyarakat petani, dan bahkan telah menyebabkan semakin terkikisnya kesadaran masyarakat terhadap subak dan semakin sulitnya mengerahkan masyarakat subak untuk mematuhi awig-awig subak yang mereka buat sendiri. Dan juga sering menimbulkan konflik antar warga subak pada saat mereka sangat membutuhkan air dan kadang-kadang sampai mereka mencuri air untuk mengairi sawah mereka, yang akhirnya sampai bertengkar diantara mereka. Sehingga dipandang perlu untuk mencari solusi terbaik yang bersinergi antara pemerintah dan masyarakat petani untuk bisa menanggulangi krisis sumberdaya air tersebut. Sehingga upaya-upaya menjaga kelestarian daerah aliran sungai dari penebangan pohon yang tidak terkontrol dan juga pembuatan waduk, dan yang paling penting adalah melindungi kawasan hutan Kintamani supaya tetap lestari untuk menahan/menampung air hujan pada musim hujan sehingga bisa dimanfaatkan pada musim kemarau.
Subak existence very dependent to existence of rice field and the irrigation. Nowadays existence of water resources very worried. It is because of natural factor and also because of human resources factor itself. Along with elemination of the conservation of Kintamani forest as rainwater prop, and also at the increase of the exploiting water resources to fulfill human being requirement, so that have an effect to the water used for the irrigation of agriculture. By decreasing water resources in the rivers in Bangli also become one of conflict causes, so good of conflict between member of subak and also between subak with the other party who have the same requiring of water for outside agricultural activities. This Thesis research about a special dimension that is study of about impact of water resources crisis to function of subak system and farmer that happened in Subak Tunggak Alas of Tamanbali of Subdistrict of Bangli in Bangli Regency spesificly and subak society in Bali generally. It is also study about the change of society living which before now have living as farmer become to work to other sector outside agriculture, so that goods have of course will lessen the farmer income from agricultural sector. The method which was used in this research is descriptive method with the approach qualitative, representing research procedure to produce descriptive data, in the form of people utterance and also social phenomenon which can be perceived. In this research, the data collected through perception and study directly ( observation), interview and documentation. To study the problems theoretically is hence used by structural functionalism theory and theory of mediation structurals as framework. The research found that impact of water resources crisis brought the change which significance to subak existence so good from the side of subak function as a pattern plant system, religious ceremony activity and also from social the side of farmer society, and even have caused progressively eroding of society awareness to subak and difficult progressively its his conscript the subak society to obey the awig-awig subak which they make by themselves. As well as it often caused conflict among the subak society when they very required the water for irrigation and sometimes they until stool the water to irrigate their rice field, which finally quarrel among them. So that considered necessary to look for the best solution which relationship between the government and farmer society to be able to overcome the the water resources crisis. So that efforts to take care the continuity of drainage basin from illegal logging as well as accumulating basin making, and the most important thing was keeping the conservation of Kintamani forest to accomodate the rainwater in rainy season so that it could be use in dry season
Kata Kunci : Krisis air,Sumber daya air,Fungsi Subak,Petani,Water resources crisis,Subak function,Farmer Society