Laporkan Masalah

Evaluasi pelayanan ijin mendirikan bangunan di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bangli

UPARIAWAN, Putu Dedy, Prof. Dr. Mudiyono

2008 | Tesis | S2 Sosiologi

Pelayanan IMB di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bangli belum dapat dikatakan berhasil. Hal tersebut terlihat dari tingkat pembangunan bangunan pada tahun 2006-2007 mengalami kenaikan sebesar 35%, namun peningkatan jumlah pemohon IMB pada tahun 2006-2007 hanya mencapai 20%, berarti ada sejumlah bangunan yang dibangun tanpa disertai IMB. IMB adalah Ijin Mendirikan Bangunan yang harus dimiliki masyarakat sebelum melakukang proses membangun bangunan. IMB berfungsi untuk membantu tata ruang wilayah mengatur laju pembangunan agar terkontrol dan tidak merusak lingkungan sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk mengevaluasi kinerja pelayanan Ijin Mendirikan Bangunan di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bangli. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Responden dalam penelitian ini diambil secara purposive meliputi konsumen yang mengajukan IMB serta aparatur IMB pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bangli. Sedangkan unit analisis dalam penelitian ini adalah Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bangli bidang Perijinan sebagai instansi yang memberikan pelayanan publik di bidang Ijin Mendirikan Bangunan. Data dalam penelitian diperoleh melalui wawancara kepada informan dan observasi, juga melalui dokumentasi dari buku-buku yang berhubungan dengan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pelayanan yang diberikan didalam Pelayanan IMB di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bangli masih menunjukkan hasil yang kurang optimal, meskipun berbagai kebijakan telah diambil. Rendahnya komitmen moral aparat serta adanya berbagai konflik kepentingan dalam individu aparat menjadi faktor utama penyebab kurang optimalnya pelayanan IMB di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bangli. Faktor iklim organisasi pada Pelayanan IMB juga mempunyai pengaruh terhadap kinerja pelayanan yang dihasilkan. Faktanya, dalam pelaksanaannya pelayanan yang didasarkan pada peraturan yang ada belum dilaksanakan secara konsisten. Akibatnya banyak konsumen IMB merasa enggan untuk mengurus IMB pada saat mereka akan mendirikan bangunan.

The services of IMB (Building Construction Permission) at the Construction Department in Bangli regency has not been succesfull yet on its performance. It shown by the level of building construction in the year 2006- 2007 was reach 35%, but the people’s ownership degree of IMB only reached 20%. It means there are some buildings are built without IMB. The people must have IMB if they whant build construction. The function of IMB is can be help the government to string lay out area in order to control and molest the surroundings This research was conducted to evaluate the performance of IMB services at the Construction Department in Bangli regency. This research use qualitative descriptive method. The subjects of this research are collected purposively by the consumers of IMB and the implementer agencies of IMB at the Construction Department in Bangli. The analyst unit is the Permission Sector in Construction Department which is give public service in IMB. The data was collected by deep interview and observation to the subjects, also by documentary instrument which were related with the problem of this research. The result of this research show that the performance of IMB services by the IMB Sector has not been work optimally, even some policy has been made. The low of morality commitment and individual conflict among the implementer agencies of IMB being the main causes of it. The performance of organization is also influence of IMB service system. In fact, IMB sevices that based of the rule has not been work consistently. The consequence is many peoples are not being up to processing IMB when they want to build the building.

Kata Kunci : Evaluasi,Kinerja pelayanan IMB,Aparatur IMB, evaluation, performance of IMB service, implementer agencies of IMB


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.