Perilaku mekanika papan laminasi bambu bilah-galar terhadap keruntuhan lentur dan geser
SUNARSIH, Ernawati Sri, Prof. Ir. H. Morisco, Ph.D
2008 | Tesis | S2 Teknik SipilBambu sudah banyak digunakan sebagai alternatif pengganti kayu. Dengan teknik laminasi dan sistem pengawetan akan diperoleh dimensi bambu yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk bahan konstruksi. Salah satunya yaitu papan laminasi bambu yang penggunaannya yaitu sebagai lantai atau dinding. Penelitian tentang papan laminasi bambu sudah pernah dilakukan, namun papan laminasi hasil penelitian tersebut jika digunakan sebagai lantai, secara ekonomi masih tergolong boros. Penelitian ini diarahkan untuk mencari bentuk dari papan laminasi dimana secara ekonomi hemat tetapi kekuatannya masih memenuhi syarat yang diijinkan terutama terhadap keruntuhan lentur dan geser. Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu dengan memberikan jarak pada pengisinya. Penelitian ini menggunakan bambu petung asal Sukoharjo. Uji pendahuluan menggunakan standar ISO 3129-1975 dan ISO 22157-1:2004, uji blok geser dan tarik laminasi menggunakan standar ASTM. Benda uji papan laminasi dibuat dengan kombinasi galar tebal 7,5 mm dengan mempertahankan kulit pada sisi atas dan bawah dan bilah dengan lebar 25 mm dan tebal 5 mm tanpa kulit pada sisi dalam (pengisi). Lebar benda uji 150 mm dengan panjang sesuai dengan jenis pengujian dan jarak bilah. Pengujian papan laminasi menggunakan Flexural Testing Machine (FTM) dengan sistem tumpuan sederhana dengan satu titik pembebanan ditengah bentang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai MOR dan MOE papan laminasi keruntuhan lentur pada jarak bilah 5 cm sebesar 46,083 MPa dan 14766 MPa, jarak bilah 7,5 cm sebesar 58,575 MPa dan 13919 MPa, jarak bilah 10 cm sebesar 67,700 MPa dan 17932 MPa dan jarak bilah 12,5 cm sebesar 39,250 MPa dan 12576 MPa. Nilai Ï„ maksimum dan MOE papan laminasi keruntuhan geser pada jarak bilah 5 cm sebesar 1,507 MPa dan 8196 MPa, jarak bilah 7,5 cm sebesar 0,921 MPa dan 11226 MPa, jarak bilah 10 cm sebesar 0,688 MPa dan 14598 MPa dan jarak bilah 12,5 cm sebesar 0,429 MPa dan 12816 MPa. Jarak balok penumpu lantai papan laminasi bambu pada rumah tinggal dan perkantoran terpanjang yaitu sebesar 742 mm dan 525 mm untuk papan laminasi bambu dengan jarak bilah 5 cm dan terpendek sebesar 504 mm dan 356 mm untuk papan laminasi bambu dengan jarak bilah 12,5 cm.
Bamboo has been widely used as alternative woods substitution. With aplication of lamination technique and curing system, it will be obtained a qualified bamboo dimension that can be properly und as the material construction, one of which is bamboo lamination board. Studies on bamboo lamination board have ever been conducted but the lamination board resulting form such studies is categorized lavish economically. This research is directed to search for a lamination board form that is cost efficient but has the qualified allowable strength, particularly against the flexural and frictional collapsed mechanism. One of ways is to give distance to the filler. The research used petung bamboo derived from Sukoharjo. The preliminary test used ISO 3129-1975 and ISO 22157-2004, friction block and lamination tension tests were employed using ASTM standard. The tested lamination board object was made from board combination with 7,5 mm thickness by retaining crusts on the upper and lower side, and the lath with 25 mm width and 5 mm thickness without crust in the inner side (filler). The tested object’s width is 150 mm and the length is consistent with the testing type and lath interval. The lamination board testing was conducted using Flexural Testing Machine (FTM) with three points bending system. The result of research shows that MOR and MOE values of lamination board of flexural collapsed mechanism in 5 cm lath interval are 46.083 MPa and 14766 MPa, in 7.5 cm are 56.575 MPa and 13919 MPa, in 10 cm are 67.700 MPa and 17932 MPa, and 12.5 cm are 39.250 MPa and 12576 MPa. The maximum τ and MOE of frictional collapsed mechanism lamination board in 5 cm lath interval are 1.507 MPa and 8196 MPa, in 7.5 cm are 0.921 MPa and 11226 MPa, in 10 cm are 0.688 MPa and 14598 MPa, and 12.5 cm are 0.429 MPa and 12816 MPa. The longest distance of supporting beam of bamboo lamination board floor in the housing and office is 742 mm and 525 mm for the bamboo lamination board with 5 cm lath interval and the shortest is 504 mm and 356 mm for the bamboo lamination board with 12.5 cm lath interval.
Kata Kunci : Papan laminasi,Bambu petung,Jarak bilah,Keruntuhan lentur dan geser,lamination board, petung bamboo, lath distance, flexural and frictional collapsed mechanism