Kajian penggunaan pasir besi sebagai pengganti agregat halus pada campuran hot rolled sheet-wearing course (HRS-WC)
ABDUH, Muhammad, Dr. Ir. Latif Budi Suparma, M.Sc
2008 | Tesis | S2 Magister Sistem dan Teknik TransportasiPasir besi merupakan salah satu mineral sumber daya alam yang banyak terdapat di daerah pesisir pantai di Indonesia, seperti yang terdapat di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat yang belum dimanfaatkan secara optimum. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah pasir besi dapat digunakan sebagai agregat halus dalam campuran HRS-WC. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini berupa uji tekan Marshall (Marshall Compression) untuk mengetahui nilai volumetrik campuran aspal panas, uji durabilitas campuran (Marshall Immersion) dengan perendaman Y2 jam dan 24 jam, uji kepadatan mutlak (Percentage Refusal Density) sebagai kontrol dan uji kuat tank (Indirect Tensile Strength). Campuran dibedakan menjadi 5 (lima) variasi dengan perbandingan agregat pasir besi : pasir clereng, yaitu (0% : 100%), (25% : 75%), (50% : 50%), (75% : 25%) dan (100% : 0%) dengan nilai kadar aspal optimum berturut-turut adalah 7,4%; 7,9%; 8,0% dan 8,2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perendaman 1/2 jam variasi pasir besi 0%, 25%, 50% dan 75% diperoleh nilai stabilitas masing-masing adalah 1395,76 kg, 1147,76 kg, 939,07 kg dan 785, 46 kg, sedangkan untuk perendaman 24 jam diperoleh hasil 1341,72, 1140,47, 920,83 dan 755,15. Hasil tersebut menunjukkan bahwa variasi campuran IV tidak memenuhi persyaratan nilai stabilitas minimum sebesar 800 kg. Nilai indeks perendaman menunjukkan masih berada diatas persyaratan spesifikasi sebesar 75%, dengan nilai yang diperoleh adalah 96,13%, 99,37%, 98,06% dan 96,14%. Nilai VITM pada pengujian refusal density berturut-turut diperoleh nilai 1,31% ; 3,98% ; 4,28% dan 4,49%, yang menunjukkan bahwa penggunaan pasir besi masih memenuhi persyaratan rongga yang diisyaratkan yaitu 3% -6% dan untuk hasil pengujian indirect tensile strength dan variasi I hingga variasi IV adalah berturut-turut 737,77 kPa, 615,33 kPa, 601,18 kPa dan 547 kPa. Hasil nilai-nilai pengujian yang diperoleh menunjukkan bahwa variasi penggunaan pasir besi membutuhkan kadar aspal yang lebih besar. Nilai stabilitas dan kuat tank yang dihasilkan dan variasi penggunaan pasir besi lebih kecil dibandingkan tanpa penggunaan pasir besi tetapi dapat meningkatkan durabilitas dan nilai kepadatan maksimum.
Iron sand is one mineral of the natural resources widely available to the coastal areas of Indonesia, such as district of Bima, Nusa Tenggara Barat, that has not been used optimally. This research was conducted to find whether the iron sand could be used for fine aggregates of HRS-WC mixture. In this research, Marshall Copression was made to find volemetric values of hotmix asphalt, durability test (Marshall Immersion) by soaking for 1/2 hours and 24 hours, percentage resfusal density test as control and indirect tensile strength test. The mix was classified into 5 (five) variations with iron sand aggregate : clereng sand ratio of 0%:100%; 25%:75%; 50%:50%; 75%:25% and 100%:0% whose optimum asphalt content values were 7,4%; 7,9%; 8,0% and 8,2%, respectively. The result of research indicated that immersion of iron sand variations for 1/2 hours as much as 0%, 25%, 50% and 75% produced stability values of 1395,76 kg; 1147,76 kg; 939,07 kg and 755,15 kg. The result indicated that IV mix variations did not meet requirements of minimum stability values as 800 kg. Immersion Indeks value indicated that it was higher than specified requirements of 75%, where obtainable values were 96,13%; 99,37%; 98,06% and 96,14%. VITM values of refusal density produced values of 1,31%; 3,98%; 4,28% and 4,49%, respectively, indicating that use of iron sand still met a specified cavity requirement, 3% - 6%, and result of indirect tensile strength test of I-IV variations were 737,77 kPa; 615,33 kPa; 601,18 kPa, and 547 kPa. Obtainable result of test values indicated that use of iron sand needed larger asphalt content. Stability and tensile strength values of variation in use of sand iron were lower than without using iron sand, but could increase maximum durability and density values.
Kata Kunci : pasir besi, HRS-WC, pengujian Marshall, durabilitas, indirect tensile strength, iron sand, Marshall Test, durability