Laporkan Masalah

Analisa perkerasan lentur bandar udara menggunakan metode FAA, COMFAA dan LEDFAA software :: Studi kasus Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II-Pekanbaru

KHARBI, Muhammad, Ir. H. Wardhani Sartono, M.Sc

2008 | Tesis | S2 Magister Sistem dan Teknik Transportasi

Pesatnya pertumbuhan lalulintas udara, pergerakan pesawat, barang dan penumpang mengharuskan pihak penyelenggara Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru melakukan pengembangan pada landasan pacu bandar udara. Penelitian yang bertujuan untuk menganalisa perencanaan tebal lapis perkerasan lentur landasan pacu diperlukan, Penelitian dilakukan dengan membandingkan tiga metode perencanaan yaitu metode manual FAA, COMFAA software dan LEDFAA software. Selain itu juga akan dibahas kekuatan perkerasan dengan berdasarkan pergerakan pesawat dengan metode manual ICAO dan COMFAA software. Penelitian dilakukan dengan menganalisa data sekunder, antara lain data pergerakan pesawat dan data riwayat perkerasan. Umur rencana pelayanan diprediksi untuk 20 tahun ke depan dengan kriteria tebal perkerasan yang diperlukan lebih kecil dari tebal perkerasan yang ada. Untuk analisa pergerakan pesawat berdasarkan metode ACN-PCN, PCNperkerasan lebih besar atau sama dengan ACNpesawat. Pada analisa menggunakan metode manual FAA untuk tebal eksisting 89,5 hingga tahun 2027 dengan pesawat rencana A320 dibutuhkan ketebalan perkerasan 71 cm dan dengan pesawat rencana MD-90 dibutuhkan ketebalan perkerasan 76 cm sehingga selama umur pelayanan tidak dibutuhkan overlay untuk fungsi struktural. Perhitungan dengan metode COMFAA software dibutuhkan ketebalan perkerasan 83 cm sehingga overlay tidak diperlukan kecuali untuk perawatan saja. Pada metode LEDFAA software dibutuhkan ketebalan perkerasan 70 cm dan kebutuhan ketebalan tepi perkerasan adalah 33 cm sehingga overlay juga tidak dibutuhkan. Nilai PCN dengan menggunakan metode manual ICAO dengan pesawat rencana MD-90 untuk model perkerasan 1a didapat 58/F/C/XT, untuk model perkerasan 2a didapat nilai PCN 77/F/C/X/T. Perhitungan PCN dengan menggunakan metode COMFAA software dengan menggunakan pesawat rencana MD-90 didapat nilai PCN 55/F/C/X/T.

Rapid development on air traffic transportation and commercial aircraft movement are the main reasons of Sultan S.K. Airport Management to conduct the research associated to runway airport development. The research was conducted to analyze the design thickness of runway flexible pavement by comparing three design methods which are Manual FAA method and computer software programming using COMFA and LEDFAA software. The strength of pavement based on aircraft movement using these softwares will be discussed. The research was conducted by analyzing the secondary data such as aircraft movement and historical data pavement. Design of pavement life is predicted for 20- years ahead with pavement thickness needed is smaller than existing thickness. Movement aircraft analyze based on CAN-PCN method which PCN pavement is bigger or equivalent with ACN aircraft. Comparison of design output has been carried out on pavement thickness and pavement type of PCN aircraft. From the research, some results can be commented that analyzed using manual FAA method for A320 aircraft and MD90 aircraft, the thickness of pavement is 89,5 and 71 cm respectively, until year 2027. This condition is not require overlay as structural function on life service. On the other hand, COMFAA software method obtained the thickness of pavement at 83 cm, where the overlay is not required except on curing process. By using LEDFAA software method, the thickness of pavement is 70 cm with 33 cm as shoulders pavement thickness and overlay is not required as well. PCN value analyzed from ICAO manual method for MD 90 aircraft with pavement type 1a is 58/F/C/X/T where as for typical pavement 2a is 77/F/C/X/T. PCN analyzed by using COMFAA software methsod for MD 90 is 51/F/C/X/T

Kata Kunci : Runway,ACN,PCN,FAA,ICAO,COMFAA,LEDFAA


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.