Pavement condition index sebagai pendekatan untuk menentukan prioritas pemeliharaan jalan kabupaten :: Studi kasus di Kabupaten Kepulauan Sangihe
LONDO, Gregorius Dominius, Ir. Wardhani Sartono, M.Sc
2008 | Tesis | S2 Magister Sistem dan Teknik TransportasiKabupaten Kepulauan Sangihe setelah dipisahkan dengan kabupaten Kepulauan Sitaro, secara total memiliki jalan kabupaten sepanjang 297,52 km. Seluruh jalan kabupaten ini tersebar di pulau Sangihe Besar. Permukaan jalan yang telah teraspal sampai dengan akhir tahun 2007 adalah sepanjang 165,77 km atau 55,72 %, dan sisanya 131,75 km atau 44,82 % berupa jalan tanah, jalan kerikil dan jalan batu. Dalam melakukan penanganan jalan saat ini, penentuan prioritas dilakukan dengan metode SK-77. Salah satu kesulitan bagi Dinas Kimpraswil Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam menggunakan metode ini, adalah dalam hal penggunaan tabel manfaat, dimana tabel ini harus di-update setiap tahunnya oleh instansi yang berwenang di pusat. Untuk itu, dalam mengatasi kesulitan tersebut perlu mencari suatu metode alternatif yang dapat digunakan secara sederhana dan cepat dengan hasil yang memuaskan. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat suatu model penentuan prioritas dengan memasukkan kriteria-kriteria pavement condition index (PCI), klasifikasi fungsi jalan berdasarkan sektor ekonomi, lalu lintas harian rata-rata (LHR) dan jumlah penduduk yang terlayani oleh suatu ruas jalan. Nilai PCI didapatkan dengan melakukan survei terhadap kondisi jalan yang distudi, sedangkan klasifikasi fungsi jalan, LHR dan jumlah penduduk terlayani didapatkan dari data sekunder. Pembobotan kriteria dilakukan dengan mengadopsi hasil penelitian terdahulu. Penentuan prioritas pemeliharaan jalan dilakukan dengan menggunakan metode Bayes. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 7,56 % jalan kabupaten di Kepulauan Sangihe harus ditangani dengan rehabilitasi, 46,71 % harus ditangani dengan pemeliharaan berkala, dan 45,73 % ditangani dengan pemeliharaan rutin. Urutan prioritas penanganan pemeliharaan diberikan pada ruas jalan yang mendapatkan nilai akhir tertinggi sesuai dengan jenis penanganannya.
Regency of Sangihe after being separated from Sitaro regency, has total length of kabupaten roads 297,52 km. All the kabupaten roads are spreaded in Sangihe Besar island. Road surface which has been asphalted until the end of year 2007 is 165,77 km in length or 55,72 percent, and the rest is 131,75 km in length or 44,82 percent which is in the form of soil road, gravel road and stone road. Nowadays in handling the road, determination of priority is done by SK-77 method. One of difficulties for Dinas Kimpraswil Kabupaten Kepulauan Sangihe using the method is in the case of utilizing the table of benefit because the table must to be updated by central institution which has autority to do it. To overcome the problem it is necessary to find an alternative method which can be need in fast and simple manner with satisfaction result. The research is performed by developing a model of priority determining which puts PCI criterias, road function classification based on economic sector, average daily traffic (LHR) and the number of population that gets benefit from road section. PCI value can be obtained by performing a survey of road condition, whereas road classification function, LHR and the number of population that gets benefit can be obtained by secondary data. The weighting of criteria is done by adopting past research. Determination of road maintenance priority is performed by using Bayes method. The result of research indicates that 7,50 percent of kabupaten road in Sangihe regency must be handled by rehabilitation, 46,71 percent must be handled by periodic maintenance, and 45,78 percent must be handled by routine maintenance. The highest priority is gived to road section that gets the highest last point which suitable with the kind of handling.
Kata Kunci : Penentuan prioritas,Pemeliharaan jalan,Pavement condition index,PCI, Priority determining, road maintenance, PCI