Laporkan Masalah

Kajian Marshall dan durabilitas campuran menggunakan aspal beton yang menggunakan perekat aspal zak

ZULKARNAIN, Ir. Djoko Murwono, M.Sc

2008 | Tesis | S2 Magister Sistem dan Teknik Transportasi

Dalam pembuatan lapisan perkerasan jalan dengan konstruksi campuran beton aspal, aspal merupakan salah satu bahan susun untuk membuat campuran aspal panas (Hot Mix) yang berfungsi sebagai bahan pengikat antar butiran agregat, mengisi rongga antar butir agregat dan mengisi pori-pori yang ada dalam agregat serta berfungsi sebagai pelumas sehingga memudahkan pada saat penghamparan dan pemadatan. Pertamina yang merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi aspal di Indonesia memproduksi aspal dalam bentuk kemasan kantong plastik yang beratnya sekitar 50 kg perkantongnya dan lebih dikenal dengan sebutan aspal zak. Dalam penelitian ini akan dilakukan uji laboratorium penggunaan aspal zak yang digunakan sebagai bahan pengikat dalam campuran beton aspal. Pada penelitian ini dilaksanakan dua tahap, yaitu tahap pertama dengan membuat benda uji untuk mencari kadar aspal optimum dengan variasi kadar aspal 5%, 5,5%, 6%, 6,5 % dan 7 % untuk campuran beton aspal yang menggunakan aspal zak tercampur kantong plastik dan campuran beton aspal yang menggunakan aspal zak tanpa kantong plastik. Pada tahap kedua dengan membuat benda uji untuk untuk pengujian durabilitas/keawetan campuran pada perendaman dengan suhu 60oC dengan variasi waktu perendaman masing-masing campuran yaitu 0,5 jam 4 jam, 12 jam, 24 jam, 48 jam. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perendaman benda uji dengan suhu 60oC pada variasi waktu pada 0,5 jam 4 jam, 12 jam, 24 jam, 48 jam nilai stabilitas Marshall sisa untuk aspal zak tercampur kantong plastik sebesar 90,2% dan aspal zak tanpa kantong plastik sebesar 87,91%. Indeks durabilitas pertama (r) untuk aspal zak tercampur kantong plastik sebesar 2,686% dan aspal zak tanpa kantong plastik sebesar 3,346%. Nilai absolut dari kehilangan stabilitas (R) untuk aspal zak tercampur kantong plastik sebesar 39,215 kg dan aspal zak tanpa kantong plastik sebesar 43,410 kg. Indeks durabilitas kedua dengan luasan kehilangan kekuatan (a) untuk aspal zak tercampur kantong plastik sebesar 2,61% dan aspal zak tanpa kantong plastik sebesar 2,74%. Nilai absolut dari ekivalent kuat tahan (Sa) untuk aspal zak tercampur kantong plastik sebesar 97,39% dan aspal zak tanpa kantong plastik sebesar 97,26%. Dilihat dari hasil penelitian tersebut aspal zak yang tercampur kantong plastik lebih baik dari aspal zak tanpa kantong plastik.

To produce road hardening layer based on asphaltic concrete mixture construction, asphalt has been one of composition materials to produce hot mix serving as material binding inter-aggregates, filling space of inter aggregates and filling aggregate pores and functioning as lubricant so that it facilitates spreading and solidification. Pertamina as one of asphalt producer in Indonesia produce plastic-packaged 50 kg asphalt and the product is more well-known as sack-packaged asphalt. In this research, laboratory test was conducted using sackpackaged asphalt as binding materials in asphaltic concrete mixture. Two stages were conducted in this research; the first stage was to develop testing material to identify optimum asphalt content with various asphalt contents of 5%, 5.5%, 6%, 6.5% dan 7% for asphaltic concrete mixture using plastic sack packaged asphalt and asphaltic concetre mixture using sack packaged asphalt with no plastic material. At the second stage, testing materials were developed to test durability of mixture in the immersion at the temperature of 60°C using time variation for individual mixture, namely 0.5, 4, 12, 24, 48 hours. Results indicated that at immersion of testing material with temperature of 60°C and time variation of 0.5, 4, 12, 24, 48 hours, remained Marshall stability for plastic sack packaged asphalt and sack packaged asphalt with no plastic material were 90.2% dan 87.91%, respectively. The first durability index (r) for plastic sack packaged asphalt and sack packaged asphalt with no plastic material were 2.686% and 3.346%, respectively. Absolute value of stability loss (R) for plastic sack packaged asphalt and sack packaged asphalt with no plastic material were 39.215 kg and 43.410 kg, respectively. Second durability index with strength loss area (a) for plastic sack packaged asphalt dan sack packaged asphalt were 2.61% and 2.74%, respectively. Absolute value of strength equivalent (Sa) for plastic sack packaged asphalt and sack packaged asphalt with no plastic material were 97.39% and 97.26%, respectively. Based on the results, plastic sack packaged asphalt was better than sack packaged asphalt with no plastic material.

Kata Kunci : Aspal zak,Beton aspal,Aspal panas,Stabilitas, Sack-packaged-Asphalt, Heating, Stability


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.