Analisis perubahan penggunaan tanah untuk industri dengan memanfaatkan citra satelit QuickBird dan IKONOS :: Studi kasus kawasan industri di bagian wilayah Kota X Semarang
KRISBIYANTI, Natalia Wiwik, Dr. Catur Aries Rokhmana, ST., MT
2008 | Tesis | S2 Teknik GeomatikaPembangunan Pengembangan suatu wilayah Kota seperti Kawasan Industri sangat diperlukan pengendalian dan pemantauan setiap tahunnya agar diperoleh data persediaan tanah yang dapat untuk diberikan ijin lokasi sesuai rencana tata ruang. Adanya pemberian ijin lokasi ini diharapkan penggunaan tanah akan tetap konsisten sesuai Rencana Detil Tata Ruang Kota (RDTRK) Semarang periode 2000 -2010 yang telah ditetapkan dan tujuan dari Ketata ruangan di kota Semarang ini dapat tercapai. Adapun tujuan penelitian ini untuk melakukan pemetaan dan analisis perubahan penggunaan tanah di kawasan industri di BWK (Bagian Wilayah Kota) X Semarang dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh beresolusi tinggi seperti Quickbird dan Ikonos sehingga dapat diketahui perubahan dan kesesuaian dengan RDTRK BWK X Kota Semarang pada Kawasan Industri tersebut. Penelitian ini menggunakan Citra Quickbird dan Ikonos jenis Geo-Tiff, Multi Spectral denga Peta BWK X. Jalannya penelitian disusun dengan melakukan koreksi geometrik dengan metode triangulasi, penggabungan citra Ikonos, menggunakan metode interprestasi citra secara visual dan mendeliniasi tiap jenis penggunaan tanah dengan digitasi on screen. Kemudian untuk keperluan analisis hasil digunakan software Arcview dengan metode tumpang susun (overley) hasil clip kawasan industri BWK X dengan peta penggunaan tanah hasil digitasi citra Quickbird dan Ikonos menjadi Peta Kesesuaian dengan RDTRK. Untuk mengetahui perubahan penggunaan tanah untuk industri, masing – masing peta setiap periodenya ditumpang susunkan dengan metode penggabungan union. Hasil analisis berupa peta perubahan penggunaan tanah untuk industri terjadi peningkatan selama periode 2003, 2005 dan 2007. Alih fungsi lahan hutan menjadi tanah industri/gudang dan tanah kosong belum terbangun terjadi di Kelurahan Bamban Kerep dan Kelurahan Ngaliyan yang mengakibatkan ketidaksesuaian pemanfaatan lahan dengan arahan RDTRK BWK X periode 2000 – 2010 masing-masing sebesar 94,84 Ha dan 84,86 Ha. Ketidak sesuaian penggunaan tanah untuk industri/gudang juga terjadi di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tugu seluas 52,73 Ha. Hal ini disebabkan peruntukan penggunaan tanah dalam rencana BWK X pemanfaatannya untuk fungsi tambak, letaknya yang strategis, dekat pintu Tol, sehingga dari tahun 2003 telah terjadi perubahan fungsi lahan dari tambak menjadi industri/gudang. Luas keselurahan yang tidak sesuai penggunaan tanah untuk industri seluas 231,56 Ha. Sedangkan yang belum terealisasi menurut rencana di BWK X seluas 463,80 Ha, dalam hal ini kondisi saat ini berupa tambak.
Development of Industry area must be controlled in order to get the land supply data. The land supply data used a supporting tool in giving a Location Permit. In doing so, giving Location Permit has to match and consistence with City Detail Space Plan (RDTRK) of Semarang City as established with period of 2000 – 2010 years. This research aiming to build map that can be use to support Analyzing of land use change to Idustrial area with utilization of Quickbird and Ikonos Image. This research using Quickbird Image and Geo-Tiff Ikonos, Multy Spectral with Bagian Wilayah Kota (BWK) X Semarang. Research methodology is to be done in steps as follows : geometric correction with a triangulation methode, Ikonos Image merging, visually interpretating with on-creen digitations. For Analysing ArcView is used with overlay methode. Overlay methode been done through overlaying Clip Result Industry area BWK X Semarang City, with a result map from Quickbird Image. The result of this research is a “ Peta Kesesuaian†with RDTRK Semarang city. Analysis result is landuse change map for Industrial area that happens in a period of 2003, 2005 and 2007. Landuse changing from forestry to a Industrial area and empty area was happens in Kelurahan Bamban Kerep and Kelurahan Ngaliyan. This condition mismatching with guidelines that been perioded by RDTRK BWK X 2000 – 2010 in quantity of 94.84 Ha and 84.86 Ha. Missmacthing with the guidelines also happens in Kelurahan Karanganyar as 52.73 Ha from fishpond area to Industrial area because of highway development make the area become more valuable to be use as Industrial area. Landuse mismatching area is about 231.56 Ha. Otherwise, area that not yet realized as BWK X Plan is about 463.80 Ha. Current condition of unrealized area is fishpond area.
Kata Kunci : Citra QuickBird dan IKONOS,Kawasan industri,RDTRK,Bagian wilayah Kota (BWK) X Kecamatan Ngaliyan dan Tugu,Quickbird and Ikonos Satellite Image, Industrial, RDTRK, BWK X Kecamatan Ngaliyan and Kecamatan Tugu