Pemodelan nilai tanah di kawasan bayangan (shadow zone) :: Studi kasus Kelurahan Bausasran Kec. Danurejan Kota Yogyakarta
KAINDA, Ir. Hadiman, M.Sc
2008 | Tesis | S2 Teknik GeomatikaKawasan ‘Bayangan’ (Shadow Zone) yaitu jalur lahan / daerah permukiman yang terletak di belakang deretan-deretan bangunan yang berada di sepanjang jalan utama, dan tidak mempunyai akses yang memadai terhadap jalan utama tersebut (Yunus, 2005). Penelitian tentang nilai tanah di Kawasan Bayangan penting untuk dilakukan agar diketahui nilai tanah yang obyektif di kawasan tersebut. Informasi tentang nilai tanah dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan seperti perpajakan, pengadaan tanah untuk pembangunan, konsolidasi tanah, kredit, asuransi, transaksi jual beli dan lain-lain. Mengingat pentingnya nilai tanah tersebut maka pada penelitian ini dianalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tanah di Kawasan Bayangan, dengan wilayah penelitian di Kelurahan Bausasran Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data Cross Section sebanyak 62 sampel. Penelitian ini merupakan penelitian survei, menggunakan alat pengumpulan data berupa kuisioner dan wawancara serta observasi lapangan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan empat model alternatif yaitu : model lin-lin, model log-lin, model lin-log dan model double log. Pengujian model dilakukan dengan uji statistik (uji t, uji F, uji R²), dan uji asumsi klasik (uji multikolinieritas, uji heterokedastisitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas tanah, jarak ke jalan utama, kepadatan penduduk, kepadatan bangunan, pekerjaan pemilik atau pihak yang menempati dan akses bagi sepeda motor berpengaruh secara signifikan terhadap nilai tanah pada derajat kepercayaan 95 % (ï¡ = 0,05). Model yang sesuai adalah model log- lin, dengan kemampuan menjelaskan R2 = 0,917, yang berarti bahwa kekuatan model dalam menjelaskan nilai tanah di Kawasan Bayangan Kelurahan Bausasran Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta adalah 91,7 %. Hasil evaluasi model pada kontrol tes dengan menggunakan 12 sampel menunjukkan tingkat akurasi model cukup baik yaitu sebesar 8,73 % (berada di dalam batas toleransi 10 %), dan tingkat keseragaman model sebesar 1,021 (berada di dalam batas toleransi antara 0,98 dan 1,03). Dengan demikian model layak untuk diterapkan di daerah penelitian.
‘Shadow’ Zone is land /area situated behind the arrays of buildings constructed along main road with no sufficient access to the main road (Yunus, 2005). The research on the land value of the Shadow Zone has turned out to be an important work to objectively identify the land value of the zone. Information on the land value can be applied for various purposes such as taxation, land arrangement for development, land consolidation, loan appraisal, insurance, transaction etc. Considering its importance, the present research analyzed factors influencing the land value of Shadow Zone with the research site of Bausasran Kelurahan, Danurejan sub-district, Yogyakarta municipality. Data analyzed in this research involved cross-section data comprising 62 samples. This was a survey research exploiting data collection instruments consisting of questionnaires and interviews and field observations. Data analysis method adopted was double linear regression analysis using four alternative models, namely: lin-lin, log-lin, lin-log and double-log models. Models were tested with statistic tests (t-test, F-test, R2-test), and classical assumption tests (multi-colinearity test, heteroskedasticity test). Results indicated that size of land, distance to main road, population density, building density, landlord’s occupation and tenant’s occupation and motorbike access significantly influenced land value at confidence level of 95 % (ï¡ = 0.05). Log-lin was identified as the appropriate model, with explaining strength of R2 = 0.917, showing that the strength of model to explain the land value in Shadow Zone of Bausasran Kelurahan. Danurejan sub-district, Yogyakarta municipality was 91.7 %. Model evaluation result on test control using 12 samples indicated the accuracy rate of the model was moderately good, i.e. 8.73 % (at tolerance limit of 10%), and model uniformity rate of 1.021 (within tolerance rate ranged between 0.98 and 1.03). The model, therefore, was feasible to be applied in the research site.
Kata Kunci : Kawasan bayangan,Nilai tanah,Model,Kelurahan Bausasran,Analisis regresi,Shadow Zone,Land Value,Model, Bausasran Kelurahan,Regression Analysis