Laporkan Masalah

Kajian morfologi ruang terbuka publik di kawasan Parangtritis Kabupaten Bantul

KRISTIANI, Dr. Ir. Arya Ronald

2008 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur

Pantai Parangtritis terletak di kabupaten Bantul Yogyakarta yang berjarak kurang lebih 27km dari pusat kota. Pantai Parangtritis merupakan salah satu tempat tujuan wisata asing dan domestik yang mengalami perkembangan kegiatan wisata sangat pesat. Kegiatan wisata yang ada berpengaruh pada perubahan berbagai aspek yang ada di kawasan wisata Parangtritis, salah satu aspek tersebut adalah pola ruang kawasan.Perubahan bentuk dan terjadinya penyempitan pada ruang terbuka publik ( Plaza dan Street ) merupakan masalah yang menjadi kajian pada penelitian ini. Penelitian dengan mengkaji secara morfologi, sebagai alat dalam menemukan penyebab munculnya permasalahan Ruang Terbuka Publik kawasan tersebut. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian secara rasionalistik, yakni penelitian yang dilakukan dengan prosedur yang mengarah pada gejala-gejala yang muncul secara nyata pada kondisi Ruang Terbuka Publik di kawasan wisata Parangtritis. Beberapa pertanyaan sebagai batasan dalam proses pengamatan dan analisa pada penelitian ini, adalah : 1.Unsur-unsur apa sajakah yang membentuk keberadaan ruang terbuka publik ? 2. Faktor-faktor apakah yang berpengaruh pada perubahan bentuk ruang terbuka publik ? 3.Bagaimanakah mewujudkan bentuk ruang terbuka publik secara livable ? Konsep solid-void kawasan menjadi dasar konsep berfikir analisa permasalahan. Temuan penelitian mengungkap bahwa terbentuknya ruang terbuka publik dipengaruhi oleh tatanan masa permanen dan nonpermanen yang berfungsi komersial. Tatanan masa tersebut milik warga sekitar plaza yang menyebabkan RTP tidak dapat mewadahi kepentingan publik secara optimal. Kondisi non fisik seperti kenyamanan akses, dan relaksasi pada ruang terbuka publik tidak dapat memenuhi kepentingan kegiatan para pengunjung pada plaza dan street. Enclosure kawasan lebih dominan berupa hard enclosure berupa tatanan bangunan dengan setback cenderung pada batas ruang terbuka publik.

Parangtritis beach is located in Bantul district, Yogyakarta special province. 27 km to the south from city center. Parangtritis beach is one of the most developed tourist destination, domestically and internationally. Tourist activities in Parangtritis area affected the changing of many aspects in this tourist area. Among them, transformation of building form and narrowing of public open space (plaza & streets) are problems to be studied in this research. Research on morphology is used as tool to find the cause of public open space issues in this area. This research base on rationalistic approach, observing the real condition on field and collecting facts happened in Parangtritis tourist public open space. Research questions to limit the observation process and data analysis, are: (1) What aspects forming the existence of public open space? (2) What factor affects public open space transformation? (3) How to create livable public open space? Solid-Void concept will be the basic analytical thinking to clarify research’s problems. Research finding reveal the formation of public open space affected by permanent and non-permanent elements of commercial pattern. This pattern, belongs to local resident living around the plaza, cause this public open space not optimally accommodating the public interest. Non-physical conditions, such as comfortable access and relaxing public open space cannot fulfill visitor’s activities at existing streets and plaza. Site enclosure is more dominant as hard enclosure. For example: building order with setback to edge this public open space.

Kata Kunci : Morfologi,Solid,Void,Enclosure,Masa permanen dan nonpermanen, Morphology, Solid-Void, Enclosure, Permanentnonpermanent mass.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.