Laporkan Masalah

Kajian kenyamanan termal ruang alam pada rumah baja (steel house) karya Ahmad Djuhara

LESTARI, Titi, Dr. Ir. Arif Kusumawanto, MT. IAI

2008 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai temperatur efektif pada bangunan rumah tinggal Steel House karya Ahmad Djuhara dan juga pengaruh bentuk dan material bangunan terhadap kenyamanan termal ruangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode evaluatif dengan menggunakan alat-alat pengumpulan data yang dapat menghasilkan nilai pengukuran dalam 24 jam dilakukan pada 2 -3 Juni 2008. Populasi penelitian ini adalah ruang-ruang luar dan ruang-ruang dalam pada rumah baja keluarga Sugiharto. Analisis data menggunakan standar kenyamanan termal temperatur efektif SNI 03-6572-2001. Hasil analisis menunjukkan bahwa rumah baja dapat dikategorikan “kurang nyaman” secara termal. Hal ini disebabkan karena sebagian besar material bangunan menggunakan bahan yang mudah menghantarkan panas. Ketidaknyamanan termal semakin meningkat untuk lantai-lantai atas. Ketidaknyamanan termal pada lantai dasar diminimalisasi dengan vegetasi yang dapat menurunkan temperatur di sekitarnya, sedangkan pada lantai 1 dan 2 nyaris tidak ada vegetasi dan pelindung matahari pada berbagai sisi.

The main purposes of this research are to know the effective temperature value from the home stay building Steel House, Ahmad Djuhara masterpiece and also the effect of building material and shape to the thermal comfort of room. The method of this research is evaluative method by using data collector instruments that could yield measurement value within 24 hour conducted at June 2 -3, 2008. The populations of this research are outside rooms and inside rooms from the Sugiharto family Steel House. Data analysis uses the thermal comfort standard of the effective temperature SNI 03-6572-2001. The analysis result has showed that the Steel House could be categorized “less balmy" thermally. This is due to the fact that the building mostly uses material that easy transferring the heat. Thermal discomfort increases progressively for the upper floors. Thermal discomfort at the ground floor is being minimized by vegetation that could lower the temperature its surroundings, meanwhile for the 1st floor and 2nd floor there is no vegetation and no sun protector exists at the various sides.

Kata Kunci : Kenyamanan termal,Temperatur efektif SNI 03,6572,2001,Transfer panas,pelindung matahari, Thermal Comfort, Effective Temperature SNI 03-6572-2001, Heat Transfer, and Sun Protector


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.