Pengembangan model penjadwalan dengan batasan lateness
ROCHMAN, Yuli Agusti, Ir. Subagyo, Ph.D
2008 | Tesis | S2 Teknik MesinPenelitian ini berhubungan dengan permasalahan penjadwalan pekerjaan (job) sebanyak n buah dan mesin sebanyak m unit. Semua pekerjaan diasumsikan memiliki tanggal jatuh tempo (due dates). Tujuan penelitian ini adalah untuk meminimasi total deviasi absolut keterlambatan (lateness) dan total keterlambatan (tardiness) dengan mempertimbangkan batasan maksimum keterlambatan. Deviasi keterlambatan adalah selisih waktu antara penyelesaian pekerjaan (completion time) dan tanggal jatuh tempo pekerjaan. Pengembangan model dilakukan melalui dua tahap, pertama pembuatan model awal (tanpa mempertimbangkan batasan maksimum keterlambatan) dan kedua pengembangan model usulan (dengan mempertimbangkan batasan maksimum keterlambatan) jika batasan maksimum keterlambatan tidak terpenuhi. Metode yang dipergunakan dalam pengembangan model penjadwalan ini adalah metode PSO (particle swarm optimization). Penambahan batasan maksimum keterlambatan penyelesaian pekerjaan pada permasalahan penjadwalan menyebabkan nilai fungsi tujuan meningkat (performansi menurun). Hal tersebut berlaku pada kedua kriteria yaitu kriteria lateness dan tardiness.
Kata Kunci : Penjadwalan pekerjaan,Lateness,Keterlambatan