Laporkan Masalah

Pengaruh vertical whole body vibration terhadap pekerjaan inspeksi visual

RIYANTININGSIH, Erni, Ir. Subagyo, Ph.D

2008 | Tesis | S2 Teknik Mesin

Dalam persaingan bisnis saat ini perusahaan dituntut memiliki aspek kualitas produk yang tinggi. Salah satu faktor penting dari sistem produksi yang berkaitan dengan kualitas adalah pekerjaan inspeksi visual. Faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi inspeksi visual dalam industri adalah getaran dari mesin industri (mekanis). Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh frekuensi dan amplitudo getaran serta interaksi keduanya terhadap pekerjaan inspeksi visual. Sedangkan pada penelitian yang telah dilakukan tanpa meneliti adanya pengaruh interaksi antara frekuensi dan amplitudo. Dalam penelitian ini digunakan sampel 30 mahasiswa, memiliki umur 23,20 tahun (SD 3,03), berat 61,27 kg (SD 9,29) dan tinggi 169,40 cm (SD 5,26), tidak mengalami gangguan penglihatan. Subyek digetarkan dengan vibration shaker pada posisi duduk menggunakan tiga level frekuensi dan amplitudo sesuai ISO 2631-1:1997 dengan beban terpapar aman 4 jam perhari. Pekerjaan inspeksi visual yang dilakukan menentukan kecacatan atau tidak cacat dari 100 keramik selama 10 menit, dengan sembilan perlakuan menggunakan getaran, dan satu kali tanpa getaran tiap subyek. Data yang diambil adalah tingkat ketelitian dan waktu reaksi. Hasilnya menunjukkan bahwa frekuensi dan amplitudo getaran serta interaksi keduanya mempunyai perbedaan yang signifikan terhadap ketelitian dan waktu reaksi. Getaran yang paling mengganggu dalam penelitian ini terjadi pada frekuensi 31,5Hz dan amplitudo 1,25m/s2. Karena ketelitian yang dihasilkan paling rendah dan waktu reaksi yang dibutuhkan lebih lama.

Current competitive business situation calls for high quality products from companies. One important factor in production system related to quality is visual inspection tasks. An environmental factor affecting visual inspection performance in industry is vibration of industrial machinery (mechanical). The research aims at identifying effects of vibration frequency and amplitude as well as frequencyamplitude interaction, which is not involved in previously conducted researches, on visual inspection tasks. The sample of the research comprises 30 university students with the mean age of 23.20 years (SD 3.03), mean weight 61.27 kg (SD 9.29), mean height 169.40 cm (SD 5.26) and normal eyesight. The research subjects are vibrated in a seated position with vibration shaker using three levels of frequency and amplitude with daily exposure duration of 4 hours in accordance with ISO 2631- 1:1997. A 10-minute visual inspection is performed to identify defects in 100 ceramics caused by nine treatments employing vibration and one treatmen without vibration applied to each research subject. The data collected involve the accuracy rate and reaction time. The results of the research indicate that vibration frequency and amplitude as well as frequency-amplitude interaction have significantly different effects on accuracy rate and reaction time. The most destructive vibration occurs at a frequency of 31.5 Hertz and amplitude of 1.25 m/s2 on the basis that it produces the lowest accuracy rate and takes the longest reaction time.

Kata Kunci : Inspeksi visual,Getaran,Frekuensi dan amplitudo,Visual Inspection, Vibration, Frequency, Amplitude


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.