Aplikasi GIS untuk kajian parameter DAS pada hidrograf satuan sintetik gama I
BUNGIN, Erni Rante, Prof. Dr. Ir. Sri Harto Br., Dip.H
2008 | Tesis | S2 Teknik SipilKurangnya data debit terukur di lapangan seringkali menyebabkan kesulitan untuk menurunkan hidrograf satuan yang akan digunakan untuk menghitung debit banjir rancangan. Untuk kepentingan tersebut beberapa ahli kemudian mengembangkan metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS), dan salah satu metode HSS yang sudah pernah dipakai di Indonesia adalah HSS Gama I. Metode HSS Gama I dikembangkan berdasar pada perilaku hidrologik 30 DAS di Pulau Jawa. Input data yang digunakan untuk menghitung HSS Gama I adalah karakteristik DAS. Karakteristik DAS dapat diperoleh dari pengukuran peta DAS (menggunakan alat ukur dan software GIS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketelitian software GIS dalam mengolah peta DAS untuk memperoleh parameter DAS yang akan digunakan untuk menghitung hidrograf satuan sintetik Gama I. Subyek penelitian didasarkan pada empat daerah aliran sungai yaitu DAS Bogowonto, DAS Cokroyasan, DAS Lukulo dan DAS Telomoyo. Keempat DAS tersebut terletak di kabupaten Purworejo dan Kebumen Jawa Tengah. Parameter DAS dihitung dengan tiga cara yaitu menggunakan software GIS (Arc View GIS 3.2 dan Arc GIS), cara manual (alat ukur planimeter dan curvimeter) dan cara statistik, menggunakan metode yang dikembangkan oleh Horton, Strahler, Hack dan Gray yang berdasarkan pada tingkatan sungai (stream order) yang ada dalam suatu DAS. Tahapan penelitian adalah: (1) membandingkan hasil parameter DAS dengan software GIS dan cara manual; (2) membandingkan parameter DAS dengan teori statistik; (3) menghitung debit banjir rancangan sesuai dengan perolehan parameter DAS dengan software GIS dan cara manual pada HSS Gama I; (4) menggunakan data debit terukur sebagai data debit acuan untuk mengetahui besarnya penyimpangan debit banjir berdasarkan HSS Gama I. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode statistik dapat diterapkan untuk kondisi DAS yang ditinjau dengan memperhatikan batasan jumlah sungai dan luas DAS. Kesalahan relatif debit banjir rancangan berdasarkan HSS Gama I menunjukkan penggunaan software GIS dalam menghitung parameter DAS hasilnya tidak terlalu berbeda dengan hasil pengukuran parameter DAS dengan cara manual. Namun demikian, proses yang lebih cepat didapat dari aplikasi software GIS untuk keperluan analisis parameter DAS.
The lack of measured data often causes trouble in deriving unit hydrograph, which later is used to calculate flood design discharge. As a breakthrough, experts have developed Synthetic Unit Hydrograph (SUH), and one of them is the SUH Gama I, which is derived after the catchment characteristics of 30 basins in Java. SUH Gama I is developed by considering the characteristics of the basins as input of rainfall-runoff translation process. The characteristics of the basin are observed by measuring parameters in basin map, by either manual or utilize of GIS application. This research aims at identifying the accuracy of GIS software application in processing basin data to obtain parameters of basin, which in turn will be applied to determine SUH Gama I. The data were collected from four basins in Central Java by Bogowonto, Cokroyasan, Lukulo and Telomoyo. Parameters of basin were determined by applying three methods: software GIS (ArcView GIS and ArcGIS), manual (ie by means of planimeter and curvimeter) and statistics (developed by Horton, Strahler, Hack and Gray). The research steps were: (1) comparing parameters of basin obtained from GIS and manual method; (2) comparing parameters of basin obtained from GIS and statistics method; (3) calculating flood design discharge in SUH Gama I according to parameters of basin value from GIS and manual method; (4) determining the deviation value of flood design discharge SUH Gama I compared to measured discharge data as reference. The result showed that the statistics method is applicable to in the study area with respect to its limitation of stream number and basin area. Relative errors of design discharge showed that the application of GIS was not quite different compared to manual method. However, GIS application presented faster process in determining parameters of basin.
Kata Kunci : parameters of basin, Synthetic Unit Hydrograph Gama I, flood design discharge, parameter DAS, Hidrograf Satuan Sintetik Gama I, debit banjir