Analisis perbandingan kinerja Reksa Dana saham dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) periode 2005-2007 :: Studi kasus terhadap Reksa Dana Mandiri Investa Atraktif, Manulife Dana Saham, dan Schroder Dana Prestasi Plus
SIMBOLON, Poster, Zaki Baridwan, Prof., Dr., M.Sc
2008 | Tesis | S2 Magister ManajemenSalah satu pilihan investasi jangka panjang yang menguntungkan pada sektor keuangan adalah reksa dana saham. Hanya saja, sebeium melakukan investasi, investor harus memahami terlebih dahulu antara lain tujuan berinvestasi, jagka waktu yang diharapkan, dan risiko investasi. Sebelum memilih reksa dana saham, hal yang paling mudah melihat kinerja adalah melihat kinerja masa lalu, membandingkan kinerja reksa dana dengan dengan reksa dana sejenis, atau dengan benchmarking seperti IHSG. Hal penting lainnya adalah siapa manajer investasinya, dukungan grup usaha, jumlah dana yang dikelola, biaya-biaya, serta memahami propektus dengan baik. Oleh karena itu, penulis mencoba melakukan analisis perbandingan kinerja reksa dana saham Mandiri Investa Atraktif (MITRA), Manulife Dana Saham (MDS), dan Schroder Dana Prestasi Plus (SDPP) dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) periode 2005-2007. Ketiga reksa dana di atas mewakili grup usaha manajer investasi (MI) dari 3 negara, masing-masing adalah MITRA oleh PT. Mandiri Manajemen Investasi (anak perusahaan Bank Mandiri), MDS oleh PT. Manulife Asset Management Indonesia (grup usaha PT. Manulife Finance dari Kanada), dan SDPP oleh PT. Schroder Investment Management Indonesia (grup usaha Schroder Group dari Inggris). Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis independent sample T-test. Analisis deskriptif bertujuan untuk mengetahui rata-rata return masing-masing reksa dana dan IHSG. Sedangkan independent sample T-test digukanakan untuk membuktikan ada tidaknya perbedaan kinerja masing-masing reksa dana saham dibandingkan dengan kinerja IHSG. Dari kedua analisis tersebut ditemukan bahwa, analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata kinerja ketiga reksa dana lebih tinggi dari rata-rata kinerja IHSG. Kesimpulah akhir dari independent sample T-test menunjukkan bahwa kinerja reksa dana Mandiri Investa Atraktif dan Manulife dana Saham lebih baik dari IHSG, sedangkan reksa dana Schroder Dana Prestasi Plus memiliki kinerja yang sama dengan IHSG.
Equity funds is one the long term investment profit choise in financial sector. Otherwise, before investing, investor must understand about investment goal, time horizon, and investment risk. There are some tips to understand the performance of mutual fund, especially in equity fund; looking at past performance, comparing performance in the similar field in the same time, or benchmarking with stock price index (IHSG). Other considerations are, who is the investment manager, supporting from holding company, the amount of fund to investment, investment fee, and understanding prospectus sharply. Otherwise, I try to analyze comparison of equity fund Mandiri Investa Atraktif (MITRA), Manulife Dana Saham (MDS), and Schroder Dana Prestasi Plus (SDPP) with stock price index (IHSG) periods 2005-2007. The three equity funds represent investment manager from three countries, MITRA by PT. Mandiri Manajemen Investasi (subsidiary of Bank Mandiri), MDS by PT. Manulife Asset Management Indonesia (subsidiary of Manulife Finance from Canada), and SDPP by PT. Schroder Investment Management Indonesia (subsidiary of Schroder Group from England). This paper uses two kinds of analysis, descriptive and independent sample T-test. The goal of descriptive analysis is understanding the averaging return of equity fund and stock price index (IHSG). Independent sample T-test is used to know the evidence wheter there are differences between performance equity funds and stock price index (IHSG). The conclusion of independent sample T-test shows that performance of Mandiri Investa Atraktif and Manulife Dana Saham better than stock price index (IHSG), while performance of Schroder Dana Prestasi Plus is similar with stock price index (IHSG).
Kata Kunci : Reksa dana saham,Mandiri investa atraktif,Manulife dana saham,Schroder dana prestasi plus,IHSG