Pengaruh ROA, NPL, CAR dan NIM terhadap EVA industri perbankan di Bursa Efek Jakarta antara tahun 2001-2006
HUDANENDRA, Trilaksito Singgih, Supriyadi, Dr., M.Sc
2008 | Tesis | S2 Magister ManajemenStudi ini bertujuan untuk mempelajari apakah Economic Value Added (EVA) yang pada dasamya mengukur produktivitas seluruh faktor produksi yang digunakan dalam rangka menciptakan nilai (value creation) bagi perusahaan, merupakan alat ukur yang sejalan dengan tingkat kesehatan atau kineija perbankan di Industri perbankan di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan cara menganalisa EVA sebagai variabel terikat dengan variabel-variabel Return On y^^set (ROA), Non Performing Loan (NPL), Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Net Interest Margin (NIM) sebagai variabel bebas. Dengan analisa ini setidaknya dapat diberikan gambaran apakah Bank yang dikelola dengan kriteria tingkat kesehatan yang dipersyaratkan Bank Indonesia sebagai ukuran kineija perbankan mampu pula menghasilkan EVA yang positif. Penelitian ini mendapatkan gagasan dari fakta awal yang ditampilkan Majalah "Swa" edisi nomor 23/XX/7 tanggal 24 November 2004, menyajikan peringkat 100 perusahaan besar di Indonesia yang menghasilkan nilai tambah tertinggi bagi pemegang saham (EVA tinggi). Didalam artikel tersebut untuk sektor perbankan sebagian besar menghasilkan EVA yang negatif. Dari fakta ini muncul pertanyaan ^akah Bank yang dikelola dengan mengacu kriteria kesehatan bank menghasilkan EVA yang positif atau tinggi. Hasil dari analisa regresi berganda pengaruh variabel ROA, NPL, CAR, dan NIM secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap EVA saham industri perbankan di Bursa Efek Jakarta selama periode amatan, namun variabel-variabel bebas tersebut hanya dapat menjelaskan 20,6% perubahan EVA. Sedangkan jika dianalisa secara persial hanya variabel bebas NPL yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap EVA. Dengan demikian untuk menghasilkan EVA yang positif atau tinggi di Industri perbankan mungkin perlu strategi pengeloaan yang tidak hanya didasarkan kriteria tingkat kesehatan bank. Kata kunci : economic value added, value creation, return on ass/sl, non performing loan, capital adequacy ratio, net interest margin
This paper planned to examine Economic Value Added (EVA) as dependent variable, an indicator to measure productivity off all production factor when the company creating value (value creation process), and Return On Asset (RCA), Non Performing Loan (NPL), Capital Adequacy Ratio (CAR), Net Interest Margin (NIM) as independent variable. In Indonesia banking sector, banking managed by certain criteria which design by Bank Indonesia (BI) as Central Bank. The perfomance of bank depend on how they can achieve the indicator as per request Centarl bank. Now the question is When the Bank managed by those role indicator it will be automaticly get the positive EVA / high EVA? The idea was found, when writer got the fact at an article of "Swa" Magazine edition 23/XX/7 on November 24*^, 2004. These article show the "100" company which got the highest EVA. On the other side the article show us the fact in banking industry almost bank in Indonesia got the negative EVA. Using multiple regression analysis, this research found that all dependent variables simultanly predict dependent variable (but only can explained 20,6%). And when examine as partial independent variable, only NPL significantly predict EVA . Key Word: economic value added, value creation, return on asset, non performing loan^ capital adequacy ratio, net interest margin
Kata Kunci : Economic value added,Value creation,Return on asset,Non performing loan,Capital adequancy ratio,Net interest margin