Laporkan Masalah

Pengaruh harga minyak dunia dan volume transaksi terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia

ALICIA, Fransiska, Marwan Asri S.W., Prof., Dr., MBA

2008 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Pertumbuhan investasi di suatu negara akan dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Semakin baik tingkat perekonomian suatu negara, maka semakin baik pula tingkat kemakmuran penduduknya. Peningkatan kemakmuran suatu negara dapat dilihat dari pendapatan per kapita tiap penduduk maupun dari indikator harga saham. Kegiatan di Bursa Efek Indonesia yang saat ini menjadi fasilitator kegiatan perdagangan saham mengindikasikan terjadi kenaikan trend transaksi perdagangan yang semakin meningkat dan cukup banyak masyarakat yang mulai menanamkan niiai investasinya melalui Bursa Efek indonesia (BE!). Saiah satu produk dari BEI adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dapat dijadikan patokan terhadap bullish atau bearish-x\y2i nilai saham yang terdaftar di bursa, juga menjadi indikator terhadap trend perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. IHSG juga menjadi indikator mengenai perkembangan perekonomian negara Indonesia. IHSG dapat dijadikan suatu acuan yang dapat dipercaya dan akurat mengenai perkembangan ekonomi Indonesia oleh para investor lokal maupun asing. Pergerakan nilai saham termasuk IHSG dipengaruhi oleh berbagai faktor baik fundamental maupun teknikal. Faktor teknikal merupakan acuan grafik yang dapat dilihat pergerakannya saat pasar sudah berada pada titik jenuh, baik titik jenuh beli {overbought) maupun titik jenuh jual {oversought). Faktor fundamental dipengaruhi oleh suatu rumors, tingkat suku bunga, nilai kurs dollar, inflasi, fluktuasi harga minyak, volume transaksi, dan faktor-faktor Iain. Banyaknya volume transaksi juga berpengaruh terhadap nilai IHSG. Studi ini bertujuan untuk mengukur pengaruh variabel bebas yaitu, harga minyak dan volume transkasi terhadap variabel independen yaitu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Penelitian ini menggunakan penelitian analitik {analitical research) yang merupakan penelitian yang dilakukan untuk menguji kebenaran hipotesis. Dalam penelitian ini digunakan analisis regresi berganda untuk menguji pengaruh harga minyak dan volume transaksi terhadap IHSG di Bursa Efek Indonesia. Data yang digunakan berupa data harian harga minyak mentah (Nymex), volume transaksi, dan Indeks Harga Saham Gabungan dalam periode 1 tahun antara I Oktober 2007 sampai 30 September 2008. Pemilihan periode tersebut disebabkan karena pada periode tersebut teijadi volatilitas harga minyak yang signiflkan. Hasil dari analisis regresi berganda secara bersama-sama menunjukkan bahwa harga minyak berpengaruh cukup signiflkan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara berlawanan, sedangkan volume transaksi tidak memiliki pengaruh yang signiflkan terhadap IHSG, sehingga volume transaksi dikeluarkan dari model regresi. Selanjutnya, dilakukan analisis regresi tanpa menggunakan variabel volume transaksi untuk membentuk model regresi. Model tersebut kemudian diuji agar masuk dalam kriteria BLUE (Best Linier Unbiased Estimator) dengan menggunakan uji nonmultikolinieritas, uji normalitas, uji homoskedasitas, dan uji nonautokorelasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa model regresi yang terbentuk memenuhi kriteria BLUE (Best Linier Unbiased Estimator) sehingga model tersebut dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Kata kunci: harga minyak, volume transaksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Investment growth in one country will be influenced by economic growth in that country. If the economic growth in one country are more better, so more higher the wealth of the citizen. The wealth increases in one country can be monitor by the national income and the movement of stock price. Now Indonesian Stock Exchange operation for the stock trading facilitator have an arise indication of the stock trading transaction and had enough Indonesian citizen that start to invest their money in Indonesia Stock Exchange. One of Indonesia Stock Exchange product are Jakarta Composite Index (JCI) that can be indicator of the bullish or bearish market in Indonesia Stock Exchange. Jakarta Composite Index can also be the indicator of the Indonesia economic growth by the local investor or foreign investor. The Stock movement can be influenced by a lot of factor, that are fundamental or technical. The technical are the grafic movement that can be predicted on the overbought or oversought market. The fundamental are inflenced by the rumors, interest rate, foreign exchange, inflation, crude oil price, transaction volume, and other factors. The volume transaction can be influenced the Jakarta Composite Index (JCI) price. This paper planned to measure the dependent variable effect that are crude oil price and volume transaction to the independent variable that are Jakarta Composite Index (JCI). Using analytical analysis this research are attempting to test the hypotesis. This research is using the multiple regression to test the crude oil and volume transaction effect on the Jakarta Composite Index (JCI) price in Indonesia Stock Exchange. This research are using data from the daily Nymex oil price, volume transaction, and Jakarta Composite Index Price on the 1 year period from October 1, 2007 to September 30, 2008. This sample use is base on the high volatility oil price that happened on this period. The multiple regression result from this research show that the crude oil have negative significant effect to the Jakarta Composite Index price meanwhile the volume transaction did not have effect for the Jakarta Composite Index (JCI), so the volume transaction to be out from the model. After that the regression being held without the volume transaction variable for making the regression model. The model also being test for the BLUE (Best Tinier Unbiased Estimator) criteria using the nonmulticolinearity test, normality test, homoskedasity test, and nonautocorrelation test. The result that this model have the criteria of BLUE (Best Tinier Unbiased Estimator) so the model can be used for the decision making. Key words: oil price, volume transaction, Jakarta Composite Index (JCI)

Kata Kunci : Harga minyak,Volume transaksi,Indeks harga saham gabungan (IHSG)

  1. S2-FEB-2008-Fransiska_Alicia-Abstract.pdf  
  2. S2-FEB-2008-Fransiska_Alicia-Bibliography.pdf  
  3. S2-FEB-2008-Fransiska_Alicia-Tableofcontent.pdf  
  4. S2-FEB-2008-Fransiska_Alicia-Title.pdf