Deskripsi dan pemetaan transaksi perbankan elektronik pada bank konvensional :: Studi kasus Bank X
SETIAWAN, Andhy, Hargo Utomo, Dr., MBA., M.Com
2008 | Tesis | S2 Magister ManajemenData Bank "X" secara nasional dan per kota menunjukk:an perbedaan antara perbankan elektronik dengan perbankan konvensional di Indonesia. Untuk mendapatkan kajian yang lebih rinci, maka selanjutnya dilakukan pemetaan per kota besar dan kecil. Pada tahap pertama, studi ini mendeskripsikan profil perbankan elektronik dan perbankan konvensional dengan lingkup nasional dan lingkup kota (besar dan kecil) apakah sebagai komplemen atau substitusi. Profil transaksi perbankan elektronik dan perbankan konvensional secara nasional adalah sebagai komplemen. Profil transaksi perbankan elektronik dan perbankan konvensional di kota besar sebagai substitusi. Profil transaksi perbankan elektronik dan perbankan konvensional di kota kecil sebagai komplemen. Profil demografi menurut jenis pekerjaan berpengaruh pada perkembangan perbankan elektronik (jenis pekerjaan di sektor servis di kota besar dan jenis pekerjaan di sektor agraris di kota kecil). Dari basil pemetaan 94 kota di Indonesia menunjukkan bahwa perbankan elektronik sebagai komplemen perbankan konvensional masih dominan. Secara keseluruhan, terdapat 11 kota (besar) yang perbankan elektroniknya sebagai substitusi perbankan konvensional dan 83 kota (kecil) yang perbankan elektroniknya sebagai komplemen perbankan konvensional. Salah satu kota yang perbankan elektroniknya substitusi perbankan konvensional adalah Kota Solo. Kota Solo termasuk kota kecil, tetapi perbankan elektroniknya sudah menjadi substitusi perbankan konvensional. Pemetaan perkembangan dan pengembangan perbankan elektronik yaitu lebih dominan di Pulau Jawa. Di luar Pulau jawa hanya di Medan dan Denpasar yang perbankan elektroniknya sebagai subsitusi perbankan konvensionalnya. Dari data Bank "X", profil dana masyarakat di sebelas kota tersebut di atas mencapai 79% dari total nasional dan di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi mencapai 56% sendiri. Hal ini berarti dari studi ini dapat diambil simpulan bahwa perkembangan perbankan elektronik sangat dominan di sebelas kota tersebut dengan . profil didominasi oleh segmen retaiV nasabah perseorangan sebagai pekerja menengah ke atas (urban professional-executive).
From the national data and the data per city of "X" Bank, there are difference between electronic banking and conventional banking in Indonesia. To get more .. -study detailed, hence is hereinafter conducted by mapping as a big and a small city. In the first phase, this study describe electronic banking and conventional banking profiles with national scope and city scope (small city and big city) what is as a substitution or a complement. Electronic banking and conventional banking transaction profiles as a national is complement. Electronic banking and conventional banking transaction profiles as per big city is substitution. And electronic banking and conventional banking transaction profiles as per small city is complement. Demography profile as a work type have influence the growth of electronic banking (work type in service sector at big city and work type in agrarian sector at small city). Mapping results ninety four cities in Indonesia indicate that electronic banking as more dominant than conventional banking and still complement. As a whole, there are eleven big cities which are the electronic banking as the conventional banking substitution and eighty three small cities which are the electronic banking as the conventional banking complement. One of the city which electronic banking substitute conventional banking is Solo. Solo is a small city, but the electroni~ banking have become to substitute the conventional banking. The electroni~ banking is more dominant in Java. Out of Java, only in Medan and Denpasar which is the electronic banking substitute the conventional banking. From data Bank "X", in eleven cities, funding profile mentioned 79% from total (national). Fifty six percent in Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi. It means the growth of electronic banking more dominant than conventional banking, mostly in eleven cities, with profile predominated by retail/ individual segment as a middleup worker (urban professional-executive).
Kata Kunci : Perbankan elektronik,Perbankan konvensional,Pemetaan bank