Dinamika sosial : Transformasi kekuasaan :: Studi eksploratif pada memudarnya kekuasaan Puri Karangasem dalam masyarakat Karangasem, Kabupaten Karangasem, Propinsi Bali
TIRTANA, Putu Eka Putra, Dra. Ratnawati, SU
2008 | Tesis | S2 Ilmu PolitikTulisan ini membahas mengenai transformasi kekuasaan sebagai bentuk dari dinamika sosial yang terjadi pada masyarakat Karangasem, Kabupaten Karangasem, Propinsi Bali. Sebagaimana dalam banyak pembahasan, dasar kontelasi politik di Bali, semenjak lahirnya otonomi daerah, adalah kekuasaan yang melekat pada Puri-Puri di Bali, sebagai elit lokal masa lalu. Namun hal berbeda terjadi pada kekuasaan Puri Karangasem, yang selama ini cenderung mengalami pemudaran. Sehingga dalam penelitian ini berusaha mengeksplorasi mengenai memudarnya kekuasaan Puri Karangasem dan strategi relasi yang dilakukan oleh Puri Karangasem dalam upaya mempertahankan kekuasaannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Dalam penelitian ini menggunakan data yang diperoleh dari sumber data primer dan skunder, dengan teknik pengumpulan data melalui metode wawancara/interview, observasi dan dokumentasi. Memudarnya kekuasaan Puri Karangasem bukanlah akibat otonomi daerah, melainkan melalui perjalanan panjang yang dimulai semenjak datangnya Belanda ke Bali. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa dinamika yang terjadi pada masyarakat Karangasem, sebagai akibat dari tekanan negara dan pengaruh global seperti : demokratisasi, sistem ekonomi baru, serta informasi dan transportasi, memberikan pengaruh yang signifikan pada memudarnya kekuasaan Puri Karangasem. Dinamika yang terjadi pada masyrakat tersebut juga membuka peluang munculnya elit-elit baru di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa hal yang berkaitan dengan memudarnya kekuasaan yang terjadi pada Puri Karangasem. Pertama, terjadi perubahan cara pandang masyarakat terhadap makna dari kekuasaan yang selama ini, khususnya di Bali, didasarkan pada sistem kasta. Kedua, terjadinya krisis pada modal-modal kekuasaan Puri Karangasem yang selama ini menjadi basis kekuasaannya, yang kemudian menyebabkan memudarnya kekuasaan Puri Karangasem, dimana simpul krisis modal tersebut terjadi pada modal materiil. Ketiga, berkaitan dengan hal tersebut permasalahan memudarnya kekuasan Puri Karangasem disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Sedangkan implikasi memudarnya kekuasaan Puri Karangasem terhadap pelaksanaan demokrasi di Karangasem, dari hasil penelitian menunjukkan tidak begitu banyak memberikan perubahan karena demokrasi yang dilaksanakan lebih bersifat quasi demokrasi. Dengan memudarnya kekuasaan Puri Karangasem tersebut, elit Puri Karangasem ternyata selama ini telah memulai melakukan strategi relasi untuk mempertahankan kekuasaannya. Strategi relasi yang dilakukan oleh Puri Karangasem tersebut dilakukan melalui 2 (dua) langkah, pertama, yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang disebabkan faktor internal dan yang kedua, bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang berasal dari faktor eksternal. Hal ini menunjukkan Puri Karangasem berusaha melakukan game manajemen networking dan networking structuring.
This article studies about orthogonal transformation of power as a form of from social dynamics happened at public Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali Province. As in many discussions, political constelation base in Bali, since a regional autonomy was borned, is the power that is sticking at Puri- Puri in Bali, as local elite of past. But different thing that happened at power of Puri Karangasem, which during the time tends to experiences etching. So in this research tries exploration about fading power of Puri Karangasem and relationship strategy done by Puri Karangasem in the effort maintaining the power. This research is descriptive exploratif research. In this research applies data obtained from primary data source and secondary source, with data collecting technique through interview methods, observation and documentation. The fade power of Puri Karangasem is not as result of regional autonomy, but through very long journy of history that started from the arrival of Dutch to Bali. From this research result done indicates that dynamics happened to public Karangasem, in consequence of global state pressure and influence like: democratization, new economics system, and information also transportation, gives influence significant at fading power of Puri Karangasem. Dynamics happened at this public also opens new elites appearance opportunity in public. Result of research indicates that there are some things related to fading power happened at Puri Karangasem. Firstly, happened change of public opinion approach to meaning of power which during the time, especially in Bali, based on caste system. Second, the happening of crisis at power capitals of Puri Karangasem which during the time becomes the power bases, which then causes fades power at Puri Karangasem, however that all capital power crisis cames from material capitals. Third, relates problems the thing to fading Puri Karangasem power that because of internal factor and external. While implication fades power of Puri Karangasem to execution of democracy in Karangasem, from result of research shows fairly not many giving change because democracy executed more haves the character of quasi democracy. With fading power of Puri Karangasem, elite Puri Karangasem simply till now has started does relationship strategy to maintain the power. Relationship strategy done by Puri Karangasem is done by through 2 ( two) step, firstly, with aim to overcome problems caused by internal factor, adn second aim to overcome problem that coming from external factor. This thing shows Puri Karangasem to make an attempt on game management networking and networking structuring.
Kata Kunci : Dinamilka sosial,Basis kekuasaan,Memudarnya kekuasaan,Strategi relasi, Social Dynamics, Power Bases, the fade of Power, and Relation Strategy