Laporkan Masalah

Pemaknaan ASEAN People's Assembly (APA) terhadap permasalahan keamanan di kawasan Asia Tenggara

NASUTION, Vivi Indra Amelia, Dra. Ilien Halina, M.Si

2008 | Tesis | S2 Ilmu Politik

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana ASEAN People’s Assembly (APA) sebagai sebuah wahana multitrek melaksanakan fungsi dan peranannya, khususnya dalam menghadapi beragam permasalahan keamanan di kawasan Asia Tenggara. Dengan adanya forum ini masyarakat ASEAN dapat berdiskusi, menyalurkan aspirasi dan merumuskan apa yang mereka setujui sebagai agenda pembangunan di kawasan dan di pemerintahan masing-masing, diantaranya seperti di bidang keamanan. Dalam prosesnya, APA sangat fokus pada keamanan manusia, dimana keamanan dipahami sebagai aspek yang menyeluruh, melingkupi segala dimensi kehidupan manusia seperti yang terangkum dalam HDR 1994 yaitu freedom from fear and freedom from want, dengan kata lain tidak hanya rasa aman dari perang atau senjata. APA berusaha mendapatkan pemahaman baru bahwa masyarakat ASEAN sebagai korban rujukan (referent object) mendapatkan ancaman eksistensial dari sesuatu yang kompleks seperti sistem pemerintahan yang represif, lingkungan buruk, pemahaman sempit terhadap jender, struktur ekonomi yang tidak adil, dll. Dengan pemahaman dan pemaknaan mereka terhadap persoalan keamanan manusia ini, seluruh komponen ASEAN diharapkan bisa menyusun agenda kerjasama yang lebih sesuai, menyeluruh dan simultan.

This research intend to analize the process of establishment ASEAN People’s Assembly (APA) as the multitrack diplomacy and how they understand and shape the security discourses in South East Asia. APA try to assemble all of South East Asia element e.g non governmental organizations, people organization, civic organization, (track III), think tank (Track II) and government (Track I). One of APA focus is shaping the human security discoursus by using UNDP perspective in which security “mean freedom from fear and freedom from want”. In other words security must be recognized from the people’s side. ASEAN People’s, the referent object, have got existential threats from complex matters such as the system of represive government, bad environment, imperfection understanding about gender, etc. By APA sharing and understanding, they could recommend the solution to ASEAN and each of ASEAN countries in order to realize ASEAN vision as integrated community.

Kata Kunci : Permasalahan keamanan,Multitrek diplomasi,Keamanan manusia, Security Discourses, Multitrack Diplomacy, Human Security


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.