Efektifitas kebijakan pendidikan gratis di Kabupaten Sumbawa Barat
BAQRI, Zainul, Prof., Dr. Warsito Utomo
2008 | Tesis | S2 Magister Adsministrasi PublikSemangat otonomi daerah telah membuka ruang bagi daerah untuk mengembangkan daerahnya dan membuat pemimpin-pemimpin di daerah melakukan berbagai upaya inovatif guna mendorong peningkatan pembangunan di daerahnya, termasuk dalam bidang pendidikan. Pembangunan dalam bidang pendidikan adalah salah satu cara guna mendongkrak sumber daya manusia yang masih sangat minim di daerah. Kabupaten Sumbawa Barat adalah salah satu kabupaten yang ada di wilayah Propinsi Nusa Tenggara Barat yang menetapkan pilihan kebijakannya dalam bidang pendidikan dengan melaksanakan kebijakan pendidikan gratis yang diwujudkan dalam bentuk Peraturan Bupati No.11 Tahun 2006 tentang program pendidikan gratis yang dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Kebijakan pendidikan gratis ini telah berjalan selama tiga tahun yakni dari tahun 2006-sampai saat ini, salah satu tujuan dari pelaksanaan kebijakan pendidikan gratis tersebut yakni peningkatan mutu/kualitas pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat. Dalam pelaksanaan kebijakan ini telah menimbulkan pertanyaan dan keraguan penulis terhadap persoalan efektifitas kebijakan dalam meningkatkan mutu pendidikan dan faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas kebijakan pendidikan gratis tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data primer dan data sekunder diperoleh dari sumber data yang dibagi dalam tiga sumber yakni Person, Place dan Paper. Data tersebut diambil melalui Obeservasi, wawancara dan dokumentasi di lapangan terhadap pembuat kebijakan, pelaksana kebijakan, satuan pendidikan dan berbagai komponen bidang pendidikan atau masyarakat pemerhati pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan gratis yang dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa Barat adalah kurang efektif dalam meningkakan mutu pendidikan. Hal ini ditunjukkan dengan semakin tingginya angka mengulang dan angka ketidak lulusan siswa sejak pelaksanaan kebijakan pendidikan gratis dilakukan yang berarti upaya peningkatan mutu atau tujuan kebijakan tidak tercapai. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas kebijakan pendidikan gratis adalah kurangnya ketersediaan faktor input, kinerja faktor proses yang belum maksimal, hal ini mempengaruhi faktor output dan faktor outcomes yang merupakan hasil dari kinerja faktor proses dan ketersediaan faktor input. Semakin baik output dan outcome yang dihasilkan maka semakin efektiflah kebijakan terebut atau tujuan kebijakan akan tercapai sesuai yang diharapkan. Peneletian ini merekomendasikan agar pemerintah daerah memperhatikan dan memenuhi ketersediaan faktor input serta memperbaiki kinerja faktor proses sehingga diharapkan dapat mendorong faktor output dan faktor outcomes dalam memenuhi tujuan kebijakan sesuai yang diharapkan agar efektifitas kebijakan pendidikan gratis dapat dicapai.
Local autonomy spirit has opened a place to develop its local and make its leaders do various innovative activities to motivate increase of local development, including education. Educational development is one manner to improve minimum local human resources. District of Sumbawa Barat is one district existing in the Province of Nusa Tenggara Barat (NTB), which established policy selection in area of education implementing free education policy realized in Regent Regulation No. 11 of 2006 on free education program applied to all areas in the district of Sumbawa Barat. The free education policy has been operating for 3 years, from 2006 to present, whose one objective is to increase quality education in the District of Sumbawa Barat. The implementation of policy resulted in questions and doubt for the writer against issue of policy effectiveness in increasing quality education and factors affecting the free education policy effectiveness. Method used in this study was qualitative method. Primary and secondary data were derived from data sources classified into three sources: Person, Place and Paper. The data were collected through observation, interview and field documentation against policy maker, educational unit and various components of educational area or society of education observers. The results of research indicated that the free education policy implemented in the District of Sumbawa Barat was less effective in increasing quality education. It was shown by higher rate of repetition and failures of students since the free education policy was implemented, it means that effort to increase quality education or policy objective was not achieved. Factors affecting free education policy effectiveness was less available input factor, minimum process factor performance, it affected output and outcome factors being results of process factor performance and input factor availability. Better output and outcome, the policy or objective of policy was more effectively achieved according to expectation. This study recommends that the local government should consider and meet input factor availability, improve process factor performance so that it motivates output and outcome factors in meeting policy objective according to expectation so that the free education policy effectiveness could be achieved.
Kata Kunci : Efektifitas,Kebijakan,Pendidikan gratis dan peningkatan mutu, Effectiveness, Policy, Free education, and Increasing quality