Analisis program pemberantasan korupsi
LEWARU, Trisna Sary, Dr. Indra Bastian, MBA
2008 | Tesis | S2 AkuntansiPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan program pemberantasan korupsi yang sesuai dengan harapan masyarakat dan menguji apakah pelaksanaan program pemberantasan korupsi saat ini berbeda dengan program pemberantasan korupsi yang diharapkan masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner di 10 propinsi di Indonesia. Jumlah kuesioner yang disebar sebanyak 600 dan yang kembali sebanyak 473. Untuk menguji hipotesis digunakan one t test sample, uji korelasi pearson dan MANOVA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanakan program pemberantasan korupsi perlu untuk mempertimbangkan komitmen untuk tidak toleransi terhadap korupsi, transparansi, perbaikan kinerja administratif, pengendalian internal, akuntabilitas, data mining, hotlines, dan investigasi. Dari hasil penelitian tersebut, kemudian dilakukan perbandingan dengan program pemberantasan korupsi yang dilaksanakan saat ini. Hasilnya menunjukan adanya perbedaan dengan program pemberantasan korupsi yang diharapkan masyarakat. Hasil uji MANOVA menunjukan bahwa karakteristik responden usia, pendidikan, dan pekerjaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap masing-masing program pemberantasan korupsi. Sedangkan untuk Karaktersitik latar belakang pendidikan responden diketahui bahwa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap program pemberantasan korupsi yaitu komitmen untuk tidak toleransi terhadap korupsi, transparansi, pengendalian internal, akuntabilitas, data mining, hotlines,dan investigasi. Dan untuk karakteristik domisili responden diketahui bahwa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap program pemberantasan korupsi yaitu komitmen untuk tidak toleransi terhadap korupsi, transparansi, perbaikan kinerja administratif, pengendalian internal, akuntabilitas, hotlines.
The objective of this study is to construct a corruption eradication program that appropriate to the citizen’s will and to test if the implementation of the recent corruption eradication program did not fit to the people’s expectation. The data collecting are done by spreading questioners to 10 provinces in Indonesia. About 600 questioners are spread and 473 returned are used as the data. The hypothesis employs one t test sample, Pearson correlation test and MANOVA. The result of the analysis show that there are needed a consideration of commitment to zero tolerance, transparency, improvement of administrative performance, internal control, accountability, data mining, hotlines, and investigation. When it was compared with implementation of the recent corruption eradication program. The result of the analysis show that the program running in order to eliminate corruption eradication now is different from the one the people expected. The MANOVA test shows that characteristic respondents age, education, and job, did not significantly influence towards the with corruption eradication program. While for characteristic respondents educational background have significant influence to commitment to zero tolerance, transparency, internal control, accountability, data mining, hotlines, and investigation. And then, characteristic respondents domicile have significant influence to commitment to zero tolerance, transparency, improvement of administrative performance, internal control, accountability, and hotlines.
Kata Kunci : Pemberantasan korupsi,Program pemberantasan korupsi, corruption eradication, corruption eradication program