Efisiensi perbankan syariah di Indonesia
WIBOWO, Muhammad Ghafur, Drs. Dumairy, MA
2008 | Tesis | S2 Ilmu ekonomiSemakin berkembangnya perbankan syariah di Indonesia menyebabkan meningkatnya tingkat kompetisi antar bank, khususnya setelah krisis ekonomi melanda. Karena itu, penghitungan tingkat efisiensi perbankan menjadi perlu untuk dilakukan karena efisiensi merupakan salah satu gambaran dari kinerja perusahaan. Selain itu, efisiensi perbankan syariah juga relevan dengan Cetak Biru Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia. Metode penghitungan efisiensi yang digunakan adalah metode Data Envelopment Analysis (DEA). DEA merupakan teknik linier programming untuk menghitung rasio output terhadap input sebuah unit kegiatan ekonomi (UKE). UKE yang paling efisien akan mencapai nilai 100 persen, sedangkan yang kurang efisien mencapai nilai kurang dari itu. DEA juga mampu menampilkan faktor penyebab ketidakefisienan sebuah UKE untuk kemudian diperbaikinya. Penelitian ini menggunakan tiga ifaktor input dan dua faktor output. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi relatif perbankan syariah di Indonesia di tahun 2005-2006, kemudian membandingkannya antar dua kelompok, yaitu bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS). Sampel bank yang digunakan berjumlah 8 buah yang secara aset mampu menggambarkan sebagian besar aset perbankan syariah di Indonesia yang berjumlah sekitar 114 bank (bank umum dan BPR Syariah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di tahun 2005, terdapat lima bank syariah yang mencapai nilai efisiensi maksimum, yaitu Bank Jabar Syariah, Bukopin Syariah, BTN Syariah, BRI Syariah dan BMI, sedangkan tiga bank lainnya tidak. Di tahun 2006, hanya terdapat dua bank syariah yang mencapai efisiensi maksimum, yaitu BTN Syariah dan BRI Syariah, sedangkan lainnya tidak. Namun demikian secara rata-rata tidak terdapat perbedaan yang besar di antara kedua tahun amatan. Selanjutnya, ketika dibandingkan tingkat efisiensi antar kelompok (BUS dan UUS), diperoleh hasil bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan di antara kedua kelompok bank. Artinya, capaian tingkat efisiensi perbankan syariah di Indonesia sudah cukup tinggi, baik di tahun 2005 maupun 2006.
Sharia banking industriy improvement in Indonesia cause increasing of competition level between bank, especially after economics crisis, so the appraisal of bank’s efficiency becomes more important, because the efficiency images of company work. The efficiency of Sharia banking industry is also relevant to Blue Print of Sharia banking development. The approached method valuation that used to measure bank efficiency in this paper is Data Envelopment Analysis (DEA), a technique linear programming that calculating output ratio to input each DMU (Decision Making Unit). DMU called efficient if the efficiency value is one (100 percent), if less than one it means DMU not efficient. DEA also be available give solution for other banks on sample that was not efficient to repair it self to be more efficient. Three input factors and two output factors were used in this study. This research attempt to analyze relative efficiency of Indonesia sharia banking in year 2005-2006 and compare it according to each groups (sharia commercial bankssharia banking units). The samples of 8 banks which have almost all share of asset of national sharia banking in Indonesia were gathered from the total population of 114 bank of sharia banking industrial in Indonesia. The result indicates that in year 2005, five sharia banks always get perfect score efficient 100 percent; there are Bank Jabar Sharia, Bukopin Sharia, BTN Sharia, BRI Sharia and BMI. Three sharia banks other are not always efficient. Sharia Mandiri Bank not yet efficient in year 2005. In 2006, only two banks who get perfect score efficient 100 percent, there are BTN Sharia and BRI Sharia, and the other are not efficient. Then, not all banks on perfect efficient condition become example for inefficient banks to repair it self to be more efficient. After DEA calculate efficiency score from each banks, we compare this efficiency score according groups of sharia commercial banks (BSM &BMI) to sharia banking units (other banks). Finally, we get the result that there is no significantly differences efficiency score in each groups. So, its means that efficiency of Indonesia sharia banking between two groups is good in year 2005-2006.
Kata Kunci : Efisiensi bank syariah,data development (DEA),efficincy,sharia banking