Laporkan Masalah

Penyelidikan penyebaran batuan situs purbakala Candi Palgading di Dusun Palgading Desa Sinduharjo Kecamatan Ngaglik dengan metode magnetik

NAU, Nigers Ferdinand, Dr. Sismanto

2008 | Tesis | S2 Ilmu Fisika

Pada Oktober 2007, dilakukan pengukuran medan magnet total di Situs Palgading dengan menggunakan Proton Precssion Magnetometer ( PPM ). Pengukuran tersebut dengan maksud untuk mengetahui penyebaran batu penyusun candi di sekitar situs palgading yang telah runtuh dan terpendam. Anomali medan magnet total di peroleh dari data lapangan yang telah dikoreksi terhadap medan magnet utama bumi, variasi harian, dan efek regional yang kemudian di reduksi ke kutub. Data hasil reduksi ke kutub digunakan untuk menghitung interpretasi semikuantitatif yang dianalisis dengan signal analitik. Hasil interpretasi semikuantitatif dengan signal analitik menunjukan adanya sembilan lokasi sayatan anomali magnetik yaitu sayatan pada pengangkatan ke atas satu meter diperoleh lokasi A’-B’ kedalamannya 5,7m, C’-D’ kedalamannya 4,4m, E’-F’ kedalamannya 3,2m, dan sayatan pada pengangkatan ke atas tiga meter diperoleh lokasi A-B kedalamannya 3,7m, C-D kedalamannya 3,1m, E-F kedalamannya 3,1m, G-H kedalamannya 3,5m, I-J kedalamannya 4m, dan K-L kedalamannya 2,9m. Analisis kuantitatif dilakukan dengan pemodelan 2.5D pada sembilan buah sayatan dengan menggunakan perangkat lunak Mag2DC. Sayatan A’-B’ kedalamannya 5,6m, sayatan C’-D’ kedalamannya 4,4m, dan sayatan E’-F’ kedalamannya 3,2m pada pengangkatan ke atas 1m, dan sayatan pada pengangkatan ke atas tiga meter diperoleh lokasi A-B kedalamannya 3,7m, C-D kedalamannya 3,1m, E-F kedalamannya 3,2m, G-H kedalamannya 3,5m, I-J kedalamannya 3,9m, dan K-L kedalamannya 3m.

In October 2007, total magnetic field measurement is conducted in Palgading site by using Proton Precession Magnetometer (PPM). The measurement is intended to find out the distribution of stones that were the building blocks of now crumbled and buried in and around the site of Palgading. The anomaly in total magnetic field is found in the field data that have been corrected with the earth's main magnetic field and daily variation and that have been reduced to the pole. Resulting data of pole reduction are used to calculate semi-quantitative interpretation after using analytic signal. The calculation result of analytic signal shows that there are nine locations of magnetic anomaly, that is to say slice upward continuation in one-meter ssections the location is found A’-B’ slice is 5,7m deep, C’-D’ slice is 4,4m deep, and E’-F’ slice is 3,2m deep, and slice upward continuation in three-meter sections the location is found A-B slice is 3,7m deep, C-D slice is 3,1m deep, E-F slice is 3,1m deep, G-H slice is 3,5m deep, I-J slice is 4m deep, and K-L slice is 2,9m deep. The quantitative analysis is conducted by using 2.5D modeling in nine sections by Mag2DC software. A’-B’ slice is 5.6m deep, C’-D’ slice is 4.4m deep, and E’-F’ slice is 3.2m deep in 1m upward continuation. The slices in 3m upward continuation are: A-B slice is 3.7m deep, C-D slice is 3.1m deep, and E-F slice is 3.2m deep, G-H is 3.5m deep, I-J is 3.9m deep, and K-L is 3m deep.

Kata Kunci : Situs palgading,Metode magnetik, Palgading Site, Magnetic Method


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.