Pemetaan stratrgi instalasi farmasi RSUD Gunung Jati Cirebon dengan pendekatan balanced scorecard
NOVIATUN, Eka, Prof. dr. Hari Kusnanto, SU., MS., Dr.Ph
2008 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiTingkat keterjaringan pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi tahun 2006 sangat kecil yaitu sebesar 21,13%, sedangkan keterjaringan pasien umum rawat inap adalah 59,27% salah satu penyebabnya adalah rendahnya tingkat ketersediaan obat dan banyaknya apotek lain baik di dalam maupun di luar rumah sakit, hal ini mengakibatkan berkurangnya pendapatan bagi RSUD Gunung Jati Cirebon. Sehubungan dengan fungsi evaluasi dan pengendalian mutu, Instalasi Farmasi dapat mengukur kinerjanya dengan 4 perspektif balanced scorecard dan hasil pengukuran dapat digunakan sebagai dasar penyusunan peta strategi Instalasi Farmasi. Pada penelitian ini dirancang dengan studi kasus yang bersifat deskriptif menggunakan metode retrospektif dan prospektif, data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif berupa hasil wawancara mendalam dengan Kepala Instalasi Farmasi sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui observasi, kuisioner, laporan administrasi, laporan keuangan RSUD Gunung Jati Cirebon dan laporan keuangan Instalasi Farmasi. Dari hasil penelitian menunjukkan kinerja pada perspektif keuangan, konsumen, proses bisnis internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan menunjukkan perlu adanya peningkatan. Dari hasil pengukuran kinerja Instalasi Farmasi selanjutnya dilakukan pemetaan strategi untuk memetakan indikatorindikator pengukuran kinerja dalam setiap perspektifnya untuk mendukung pencapaian strategi. Strategi yang digunakan oleh RSUD Gunung Jati Cirebon adalah strategi pengembangan dan salah satu kebijakan yang terkait dengan Instalasi Farmasi yaitu melakukan aliansi strategik dengan apotek suplemen. Peta strategi IFRS Gunung Jati Cirebon merupakan satu set hubungan sebab akibat berbagai tema strategi yang terdiri dari empat lapis/mapping yang merupakan empat perspektif dalam balanced scorecard yang diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi visi, misi dan strategi Instalasi Farmasi kepada setiap karyawannya. Beberapa kebijakan yang dapat diambil oleh manajemen rumah sakit terkait dengan Instalasi Farmasi adalah membuat farmasi satu pintu, formularium, satelit farmasi dan menggunakan sistem one daily dose dispensing (ODD) untuk rawat inap.
Level of patient coming ambulatory care in Pharmacy department years 2006 very small that is equal to 21,13% while level of patient coming in patient is 59,27%, the cause are lowering level of availability drugs and the number of other dispensary in and outdoor the hospital, this matter result earning decrease of Gunung Jati District Hospital. Reffering to evaluate and quality control, department of pharmacy can measuring their performance by 4 perspective of balanced scorecard and the result of performance measurement can be used to compile strategy map of pharmacy department. This reseach designed with descriptive case study, use retrospectively and prospectively methods, data were collected in the form of quantitative and qualitative data. Qualitative data in the form of result of interview with leader of pharmacy department. Quantitative data obtain: observation, questionnaires and financial report of pharmacy department and Gunung Jati District Hospital. The result of this study are: performance at financial perspective, customer perspective, internal business process perspective and learning and growth perspective need the existence of improvement. The result of performance measurement at pharmacy department of Gunung Jati District Hospital used to make strategy map to mapping indicators measurement of performance in each perspective, to support attainment of strategy. Strategy used by Gunung Jati District Hospital is development strategy and one of policy which related to pharmacy department is strategic alliance with “apotek suplemenâ€. Strategy map of IFRS Gunung Jati is a set of causality various strategy theme which consist of four mapping representing four perpective in balanced scorecard wich expected can become vision, mision and strategy communications of IFRS to each employees. Some policy can take by hospital management are made “farmasi satu pintuâ€, formularium, pharmacy satellite and using one daily dose dispensing (ODD) for in patient.
Kata Kunci : Instalasi Farmasi,Kinerja,Balanced scorecard,Pemataan strategi,pharmacy department, performance, balanced scorecard, strategy map