Laporkan Masalah

Distrubusi insektisida deltametrin pada tanaman cabai besar (Capsicum annum L.)

KAMALI, Siti Raudhatul, Narsiti Prof., Dr

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kimia

Cabai besar merupakan salah satu komoditas pertanian terutama di konsumsi masyarakat Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Selama pemeliharaan, petani menggunakan deltametrin sebagai pengendali hama, sehingga distribusi deltametrin setelah aplikasi merupakan parameter penting dalam proses asesmen resiko. Pada penelitian ini, sampel buah, daun, batang, dan akar dikumpulkan pada hari ke 0, 1, 3, 5, 10, dan 20 setelah aplikasi terakhir. Ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut aseton-petroleum eter-diklorometana (1:1:1), selanjutnya clean up dilakukan menggunakan kolom karbon dan penetapan menggunakan GC-ECD. Konsentrasi paling tinggi yang teramati pada hari pertama setelah aplikasi terakhir berturut-turut pada daun dan buah cabai sebesar 361,77μg/Kg dan 301,86 μg/Kg, pada batang 124,33 μg/Kg dan konsentrasi paling rendah pada akar sebesar 55,70 μg/Kg. Distribusi yang sama teramati pada hari kelima setelah aplikasi terakhir, mengindikasikan bahwa tidak teramati adanya translokasi pada tanaman cabai besar. Konstanta laju disipasi paling tinggi teramati pada buah 0,22/hari, selanjutnya daun 0,13/hari, batang 0,04/hari, dan akar 0,02/hari. Berdasarkan data mengindikasikan bahwa fotodegradasi lebih penting dalam proses disipasi deltametrin daripada degradasi mikrobial.

Chilli pepper is a favourite condiment in Asia, Afrika, and South America. During its cultivation, farmers used deltamethrin to control insects, therefore its distribution of the applied deltamethrin is important parameter in risk assessment process. In this study, samples of chilli peper, leaves, stems, and roots was collected at 0, 1, 3, 5, 10, and 20 days after application. Extraction was carried out by acetone, petroleum eter, dichlorometan (1:1:1), followed by carbon column clean up and determination in GC-ECD. Highest concentration in the 1st day after application were observed in leaves and chilli pepper 361,77 μg/Kg and 301,86 μg/Kg respectively, while in stems was 124,33 μg/Kg and lowest concentration was determined in root 55,70 μg/Kg. Similar distribution was observed at 5th day after application, indicating that there is no translocation in chilli pepper crop. Highest dissipation rate constant was observed in chilli pepper 0,22/day followed by leaves 0,13/day, stems 0,04/day and roots 0,02/day. These data indicating that photodegradation was more important process in deltamethrin dissipation than microbial degradation.

Kata Kunci : tanaman cabai besar,insektisida deltametrin,konstanta laju disipasi,kromatolografi gas,Chlili Pepper Crop,Deltamethrin Insecticides,Dissipation Rate Constant,Gas Chromatography


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.