Efek hepatoprotif kurkumin dan beberapa analognya terhadap ketoksikan parasetamol pada tikus wistar jantan
KUSUMA, Anjar Mahardian, Lukman Hakim, Prof., Dr., M.Sc., Apt
2008 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiPenyakit hepatitis (radang hati) di Indonesia, baik akut dan kronis, yang disebabkan oleh virus maupun agen hepatotoksik lainnya, merupakan penyakit endemik yang menjadi masalah besar karena hingga kini belum ada obat yang spesifik untuk mengatasinya. Kurkumin dilaporkan memiliki aktivitas sebagai hepatoprotektor. Seiring dengan perkembangan keilmuan saat ini telah mulai banyak ditemukan senyawa – senyawa sintetis yang merupakan analog dari kurkumin. Di antara beberapa analog tersebut adalah pentagamavunon-0 (PGV-0), pentagamavunon-1 (PGV-1), dan gamavuton (GVT-0). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek hepatoprotektor dari kurkurmin, PGV-0, PGV-1 dan GVT- 0. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 84 ekor tikus yang terbagi dalam 14 kelompok. Kelompok pertama merupakan kontrol pelarut, kelompok kedua adalah kontrol parasetamol dosis toksik, kelompok 3, 4, 5 merupakan kelompok praperlakuan kurkumin (sehari sekali per oral (p.o.) selama 6 hari dengan variasi dosis). Kelompok 6, 7, 8 merupakan kelompok praperlakuan PGV- 0 (sehari sekali p.o. selama 6 hari dengan variasi dosis). Kelompok 9, 10, 11 merupakan kelompok praperlakuan PGV-1 (sehari sekali p.o. selama 6 hari dengan variasi dosis). Dan kelompok 12, 13, 14 merupakan kelompok praperlakuan GVT-0 (sehari sekali p.o. selama 6 hari dengan variasi dosis). Semua kelompok kecuali kelompok pertama diberi perlakuan dengan memberikan parasetamol dosis toksik sebanyak 600 mg / KgBB. Dua hari setelah pemberian parasetamol, semua kelompok dilakukan pengukuran aktivitas serum glutamat piruvat transaminase (SGPT) dan serum glutamat oksaloasetat transaminase (SGOT) tikus. Tiga ekor tikus dari masing – masing kelompok tersebut kemudian dikorbankan dan diambil hatinya untuk dilakukan histopatologi sel hati tikus. Dari hasil pengukuran aktivitas SGPT dan SGOT diperoleh bahwa semua analog kurkumin mampu menurunkan aktivitas SGPT dan SGOT tikus yang diinduksi parasetamol dosis toksik secara signifikan (P < 0,05). Penurunan SGPT tersebut hampir 10 kali lipatnya, dari kelompok yang hanya di beri parasetamol saja terhadap kelompok dengan praperlakuan kurkumin, PGV-0, PGV-1 dan GVT-0. Dan hasil pengukuran aktivitas SGPT dan SGOT pada pemberian praperlakuan kurkumin dan analognya, tidak berbeda signifikan dengan kelompok tanpa perlakuan (P < 0,05). Begitu juga dengan hasil pengukuran SGOT nya. Sedangkan dari histopatologi yang didapat GVT-0 yang paling banyak terjadi kerusakan
Hepatitis even both chronic and acute, and that was caused by both virus and other hepatotoxin agents, was the endemic disease. Until now it has been a big problem science there is no specific drug found yet. Curcumin was reported have an activity as a hepatoprotective agent. In recent development, many curcumin analogues has been synthesized, such as pentagamavunon-0 (PGV-0), pentagamavonon-1 (PGV-1) and gamavuton-0 GVT-0. This research was aimed to studies hepatoprotective effect of curcumin, PGV-0, PGV-1 and GVT-0. In this research, 84 rats were used spliced in 14 groups randomly. First group was a solvent control, second group was a paracetamol over dose 600 mg / Kg body weight per oral. 3rd, 4th, 5th groups were a curcumin pre treatment groups (orally once time a day during 6 days with dosage variation). 6th, 7th and 8th groups were a PGV-0 pre treatment groups (orally once time a day during 6 days with dosage variation). 9th, 10th and 11th was a PGV-1 pre treatment groups (orally once time a day during 6 days with dosage variation). 12th, 13th and 14th were a GVT-0 pretreatment groups (orally once time a day during 6 days with dosage variation). All groups except 1st group, were treated with 600 mg / Kg body weight paracetamol (toxic dose). Two days after, SGPT and SGOT activity were measured, than 3 Rats in each groups was killed to collect the liver for histopathology assessment. The result show that pre treatment curcumin and its analogues can decrease SGPT and SGOT activity in rats induced with toxic dose paracetamol (P < 0.05). The decrease of SGPT and SGOT activity in groups which were pre treated with curcumin and its analogues was almost ten fold below than the group which was treated with toxic dose paracetamol. On the other hand, SGPT and SGOT activity of groups pre treated with curcumin and its analogues were not different significantly as group without treatment (p < 0.05). Histology assessment of group pre treated with GVT-0 shows the highest member of liver’s injury
Kata Kunci : hepatoprotektor,Kurkumin,PGV,0,PGV,1,GVT,0,Parasetamol,Hepatoprotective, Curcumin, PGV-0, PGV-1, GVT-0, Paracetamol