Perilaku pengobatan sendiri ditinjau dari peran maskulinitas, pengetahuan tentang obat dan persepsi terhadap layanan kesehatan
NASIRUDDIN, Arif, Koentjoro, Prof., Drs., M.BSc., Ph.D
2008 | Tesis | S2 PsikologiAkses yang semakin mudah terhadap obat-obatan menjadikan perilaku pengobatan sendiri (self-medication) semakin banyak dilakukan individu. Catatan statistik dari penelitian terdahulu melaporkan bahwa 70% lebih masyarakat Indonesia melakukan pengobatan sendiri ketika mengalami sakit. Sayangnya penelitian-penelitian tersebut juga mencatat bahwa kebanyakan dari mereka melakukan pengobatan sendiri dengan kadar pengetahuan yang rendah. Kondisi ini mengandung resiko bahwa perilaku pengobatan sendiri yang awalnya ditujukan untuk meningkatkan kesehatan atau menyembuhkan gejala penyakit, justru akan berefek negatif terhadap kesehatan karena dikonsumsi dengan salah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami perilaku pengobatan sendiri dengan menguji peran maskulinitas, pengetahuan tentang obat serta persepsi terhadap layanan kesehatan terhadap perilaku pengobatan sendiri. Subjek terdiri dari 101 orang, dipilih dari wilayah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul (61 laki-laki, 40 perempuan) berusia antara 24 Sampai 58 tahun. Subjek berpartisipasi dengan menyelesaikan 4 skala yang mengukur perilaku pengobatan sendiri, tingkat maskulinitas, persepsi terhadap layanan kesehatan dan pengetahuan tentang obat. Data diuji mengunakan analisis regresi dan korelasi untuk menjawab peran masingmasing variabel bebas terhadap perilaku pengobatan sendiri. Hasil analisis mengungkap bahwa munculnya perilaku pengobatan sendiri didorong oleh maskulinitas (β=0.079, p<0.05) dihambat oleh tingkat pengetahuan tentang obat (β=-0.280, p<0.05) dan pesepsi terhadap layanan kesehatan (β=-0.037, p<0.05). Penelitian ini juga mengungkap bahwa pengetahuan tentang obat menjadi faktor yang menghambat perilaku pengobatan sendiri yang tidak sesuai dengan aturan (β=-0.310, p<0.05).
Self-medication has become a common practice in Indonesia. Previous studies and statistical report showed that more than 70% of Indonesians depend on self-medication treatment for their minor illness. Unfortunately these studies also showed that most of them self medicated under their insufficient knowledge about medicine and medical use. This study examined the effect of masculinity, knowledge about medicine and perception on public health care on self medication. A total of 61 man and 40 woman aged from 24 to 58 year completed 4 scales assessing self medication behavior, masculinity, knowledge about medicine and perception on public health care. Data from these factors were identified using regression and correlation. This study revealed that knowledge about medicine (β=-0.280, p<0.05) and perception on public health-care (β=-0.037, p<0.05) posing as prohibit factors on self medication behavior. On the other hand masculinity has positive effect on self medication behavior (β=0.079, p<0.05). This study also revealed that knowledge about medicine has a dominant influence to decide whether self-medication is done correctly or not (β=-0.310, p<0.05).
Kata Kunci : Pengobatan sendiri,Maskulinitas,pengetahuan tentang obat,layanan kesehatan, self medication, masculinity, knowledge about medicine, public health care